Foto ini hanyalah ilustrasi sebagai pelengkap berita. (Ist/AI)
Penulis: Radak04
Editor: Radak01
BANGKABARAT, Berita5.co.id – Nama Agat kembali mengguncang jagat pertimahan Bangka Barat.
Kolektor timah asal Parittiga yang sempat “menghilang” dari sorotan publik itu dikabarkan ditangkap Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Mabes Polri, Senin (2/3/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Agat telah dibawa ke Mapolda Kepulauan Bangka Belitung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri maupun Polda Babel terkait status hukum Agat, apakah sebatas diamankan untuk klarifikasi atau telah ditetapkan sebagai tersangka.
Jejak di Parittiga dan Tempilang
Sehari sebelum kabar penangkapan mencuat, tim disebut melakukan penggerebekan terhadap aktivitas “meja goyang” dan semelter di kawasan Tempilang, Bangka Barat.
Lokasi lobi pasir timah dan semeltervitu disebut-sebut milik Agat. Hanya saja saat ini sudah stop operasi.
Istilah meja goyang bukan barang baru di Bangka Barat.
Praktik ini kerap dikaitkan dengan proses pemisahan dan pemurnian awal pasir timah yang diduga berasal dari berbagai sumber, termasuk yang tak sepenuhnya jelas legalitasnya.
Jika benar lokasi tersebut terhubung dengan Agat, maka penggerebekan ini bisa menjadi pintu masuk pengembangan perkara yang lebih besar.
Di Parittiga, nama Agat bukan sosok asing. Ia disebut-sebut sebagai salah satu kolektor besar yang memiliki jaringan pemasok.
Rumah mewah dan gudang penampungan pasir timah miliknya sebelumnya pernah disegel penyidik dalam rangkaian pengusutan dugaan tindak pidana korupsi tata niaga timah.
Bayang-Bayang Mega Kasus Tata Niaga Timah
Nama Agat sempat terseret dalam pusaran perkara dugaan korupsi tata niaga timah yang berkaitan dengan wilayah IUP milik PT Timah Tbk periode 2015–2022.
Perkara ini menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah pertambangan Indonesia dan ditangani Kejaksaan Agung.
Dalam pengembangan kasus tersebut, sejumlah aset yang diduga terkait aktivitas pengumpulan dan distribusi bijih timah disegel.












