Penulis: Radak04
PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Praktik penangkapan ikan menggunakan pukat harimau (trawl) yang telah lama dilarang pemerintah diduga masih beroperasi di perairan Bangka Belitung.
Lebih dari sekadar aktivitas ilegal, temuan di lapangan mengindikasikan adanya jaringan distribusi, sistem koordinasi, hingga dugaan setoran kepada oknum aparat, yang membuat praktik tersebut bertahan selama bertahun-tahun.
Tim investigasi Radak Babel pada 6 Maret 2026 menelusuri jejak aktivitas tersebut hingga ke Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan—sebuah kawasan muara Sungai Musi yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas nelayan terbesar di Sumatera bagian selatan.
Di kawasan ini, aktivitas pelabuhan nelayan terlihat padat. Puluhan kapal bersandar di dermaga-dermaga kecil sepanjang muara.
Pekerja hilir mudik mengangkut batu es, bahan bakar, dan logistik melaut, sementara sejumlah kapal bersiap meninggalkan dermaga menuju laut lepas.
Namun di balik aktivitas perikanan yang tampak normal, muncul dugaan adanya rantai bisnis yang menghubungkan kapal-kapal trawl dengan jaringan distribusi ikan.
Dugaan “Pengendali” Dermaga dan Distribusi Ikan
Sejumlah warga setempat menyebut salah satu dermaga aktif di kawasan tersebut dikelola oleh seorang pengusaha perikanan yang dikenal dengan panggilan Unyil.
Dermaga itu disebut menjadi titik penting aktivitas kapal yang keluar-masuk perairan.
Seorang warga Sungsang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aktivitas kapal trawl di kawasan itu bukan hal baru.
“Di sini hampir semuanya dia yang pegang. Unyil itu pebisnis kapal trawl. Batu es, gudang ikan, sampai tempat tampung ikan… jalurnya banyak yang lewat dia,” ujarnya.
Menurut sumber tersebut, sebagian nelayan di kawasan itu bergantung pada jaringan logistik dan distribusi ikan yang dikendalikan dari dermaga tersebut.
Artinya, operasi kapal tidak hanya soal melaut, tetapi juga rantai pasok yang terorganisir, mulai dari penyediaan logistik hingga pemasaran hasil tangkapan.
Dugaan Sistem “Koordinasi” Sebelum Melaut
Ketika tim investigasi berbincang langsung dengan Unyil, ia menyebut aktivitas kapal trawl masih dapat berjalan relatif aman selama ada “koordinasi” dengan pihak tertentu.
“Koordinasi kapal trawl itu masih aman,” ujarnya singkat.
Dalam percakapan tersebut, ia juga menyebut satu nama yang disebut sebagai jalur komunikasi utama.












