Penulis: Zilimon
PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Proyek penguatan infrastruktur jalan di kawasan wisata unggulan Pantai Pasir Padi justru berubah menjadi potret kegagalan pembangunan.
Dibiayai dari APBD Kota Pangkalpinang tahun anggaran 2024, proyek yang semestinya memperkuat akses wisata itu kini hancur berkeping-keping, hanya berselang kurang dari satu tahun sejak rampung dikerjakan.
Pantauan langsung di lapangan, Minggu (4/1/2026), menunjukkan dinding penahan jalan di beberapa titik runtuh akibat hantaman gelombang laut.
Beton terkelupas, struktur retak, dan sebagian material berserakan di bibir pantai.
Kerusakan ini tidak hanya mengganggu estetika kawasan wisata, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Cintia Putri Pratama, dengan nilai kontrak tercantum sebesar Rp177.721.000.
Dalam papan proyek, pekerjaan ini disebut sebagai penanganan longsor sementara dan peningkatan jalan komplek.
Namun realitas di lapangan justru memperlihatkan hasil yang jauh dari kata “penguatan”.
Seorang warga sekitar, Sule, menyebut kerusakan terjadi tidak lama setelah proyek selesai.
“Proyek ini dibangun tahun 2024 lalu, Pak. Tidak lama kemudian hancur karena ombak laut. Bukan cuma di sini, di ujung sana juga sudah rusak akibat arus gelombang,” ujarnya.
Kondisi ini memantik pertanyaan serius di tengah masyarakat, apakah kerusakan tersebut murni akibat faktor alam, atau justru cerminan dari perencanaan dan kualitas konstruksi yang buruk?
Pantai Pasir Padi dikenal sebagai kawasan pesisir dengan karakter ombak dan abrasi yang sudah lama terjadi.












