Diperlukan pendekatan sistemik, terencana, dan menyatu dengan infrastruktur publik, seperti yang ditawarkannya melalui integrasi fungsi Gedung Nasional.
“Retensi air adalah salah satu solusi yang bisa diintegrasikan dengan bangunan publik. Kawasan Masjid Jamik ini strategis dan padat, jadi pengelolaan airnya harus betul-betul diperhatikan,” tambahnya.
Warga pun menyambut positif ide tersebut. Banyak yang mengaku baru kali ini mendengar pemaparan teknis dari calon kepala daerah soal penanggulangan banjir secara realistis dan berbasis kondisi lapangan.
“Ini baru calon pemimpin yang bicara pakai otak dan hati. Nggak cuma janji tapi kasih jalan keluar yang masuk akal,” ujar salah seorang warga.
Pertemuan itu menjadi cermin pendekatan khas Prof Udin: dekat dengan rakyat, solutif, dan rasional.
Ia menegaskan bahwa keberanian untuk mengubah harus dibarengi niat baik dan rancangan matang.
“Kalau kita ingin Pangkalpinang bebas banjir, harus dimulai dari sekarang, dengan kerja nyata dan kebersamaan,” tutupnya. (B5)












