Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Di tengah zaman ketika pembangunan sering hanya diukur dari angka investasi, proyek beton dan pertumbuhan ekonomi, Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., justru memilih membangun sesuatu yang lebih dalam, tetapi jauh lebih penting rasa kemanusiaan.
Pesan itulah yang terasa kuat pada Senin pagi (25/05/2026), saat Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar kegiatan Penyerahan Bantuan Hewan Kurban Secara Simbolis dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Badan Usaha Tahun 1447 Hijriah/2026 di halaman Parkir Timur Kantor Bupati Bangka Barat.
Pagi itu, matahari bahkan belum benar-benar tinggi ketika halaman kantor pemerintahan mulai dipenuhi tokoh masyarakat, pegawai daerah, pimpinan perusahaan hingga warga yang datang menyaksikan kegiatan tersebut.
Di antara deretan sapi dan kambing yang berdiri tenang, Markus hadir tidak sekadar sebagai kepala daerah yang membuka acara formal tahunan.
Ia hadir membawa narasi besar tentang arah pembangunan Bangka Barat.
Tentang bagaimana sebuah daerah tidak boleh kehilangan nilai gotong royong di tengah derasnya perubahan zaman.
Tentang bagaimana pemerintah tidak cukup hanya membangun jalan, gedung dan infrastruktur, tetapi juga wajib membangun rasa peduli di tengah masyarakatnya.
“Semangat berbagi dan kepedulian sosial seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong untuk membangun daerah,” ujar Markus di hadapan para undangan.
Kalimat itu terdengar sederhana.
Namun justru di situlah letak kekuatan kepemimpinan Markus.
Ia mencoba menghadirkan pembangunan dengan pendekatan yang lebih manusiawi.
Lebih dekat dengan denyut kehidupan masyarakat kecil.
Lebih memahami bahwa kesejahteraan bukan hanya soal angka statistik, tetapi juga tentang apakah rakyat masih merasa diperhatikan atau tidak.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, Markus tampaknya memahami bahwa masyarakat Bangka Barat membutuhkan lebih dari sekadar pidato pembangunan.
Mereka membutuhkan kehadiran.
Membutuhkan perhatian.
Membutuhkan pemimpin yang tidak hanya datang ketika proyek diresmikan, tetapi juga hadir dalam momentum sosial dan kemanusiaan.
Karena itulah, kegiatan penyerahan hewan kurban tersebut seolah menjadi simbol arah baru pembangunan Bangka Barat di bawah kepemimpinan Markus tentang pembangunan berbasis solidaritas sosial.
Data yang dihimpun dalam kegiatan itu menunjukkan besarnya keterlibatan dunia usaha. Sebanyak 114 hewan kurban berhasil terkumpul dari 20 perusahaan dan badan usaha di Bangka Barat, terdiri dari 82 ekor sapi dan 32 ekor kambing.
Namun bagi Markus, angka-angka itu bukan sekadar laporan administratif.
Di balik setiap hewan kurban, ada harapan masyarakat kecil yang mungkin selama ini hidup dalam keterbatasan.
Ada keluarga yang menunggu pembagian daging kurban untuk merasakan kebahagiaan Hari Raya Idul Adha.
Ada nelayan, buruh harian dan warga desa yang membutuhkan bukti bahwa pembangunan daerah juga menyentuh kehidupan mereka.












