Berita

Wartawan Dikeroyok di Gerbang PT PMM: Polisi Diminta Tangkap Pelaku dan Usut Legalitas Aktivitas Perusahaan

179
×

Wartawan Dikeroyok di Gerbang PT PMM: Polisi Diminta Tangkap Pelaku dan Usut Legalitas Aktivitas Perusahaan

Sebarkan artikel ini

Editor: Bangdoi Ahada

PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Kekerasan terhadap wartawan kembali mencoreng wajah kebebasan pers di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tiga jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan justru menjadi korban pengeroyokan dan intimidasi di gerbang PT PMM pada Sabtu sore (7/3) sekitar pukul 16.00 WIB.

Ketiga wartawan tersebut adalah Frendy Primadana alias Dana dari TV One, serta dua wartawan media online Babel, Dedi Wahyudi dan Wahyu Kurniawan.

Mereka datang ke lokasi untuk mengonfirmasi informasi mengenai dugaan pengepungan dan pemukulan terhadap seorang anggota intel Satgas Trisakti oleh warga di sekitar area perusahaan.

Namun, bukannya mendapatkan klarifikasi, para jurnalis justru menghadapi kekerasan brutal.

Menurut Dana, kedatangan mereka sebenarnya diawali secara prosedural.

Para wartawan telah memperkenalkan diri kepada petugas keamanan dengan menunjukkan kartu identitas pers sebelum melakukan peliputan.

“Awalnya kami datang baik-baik, menunjukkan kartu pers. Tapi tiba-tiba terjadi keributan setelah ada sopir truk yang tidak terima saat kami mengambil gambar,” ujar Dana.

Situasi kemudian memanas. Seorang sopir truk dipanggil Maulid disebut memicu keributan yang berujung pengeroyokan terhadap para wartawan.

Dana menjadi korban pemukulan paling serius. Ia mengaku dihantam beberapa kali di bagian wajah dan kepala hingga mengalami pendarahan.

“Kalau saya dipukul di fisik. Tiga kali tonjokan. Di muka sebelah kiri, pipi sebelah kanan, dan kepala,” katanya.

Sementara itu, Dedi Wahyudi juga mengalami kekerasan serupa. Ia dipukul di bagian kepala, geraham, hingga telinga.

Tidak berhenti pada penganiayaan fisik, para wartawan juga mengaku mengalami perampasan telepon genggam.

Mereka dipaksa menghapus seluruh dokumentasi peliputan yang telah direkam di lokasi kejadian.

Lebih jauh lagi, situasi berubah menjadi ancaman serius terhadap keselamatan jiwa.

Dana dan Dedi bahkan sempat disekap dan diintimidasi dengan ancaman pembunuhan sebelum akhirnya polisi datang ke lokasi dan mengamankan situasi.

Kedua wartawan tersebut kemudian berhasil dibawa keluar dari lokasi dalam kondisi selamat, meski mengalami luka fisik dan trauma.

Laporan Polisi dan Mediasi Buntu

Pada malam harinya, Dana dan Dedi langsung menjalani visum serta membuat laporan resmi di Mapolda Bangka Belitung.

Pihak kepolisian melalui Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Babel, AKBP Faisal, bergerak cepat dengan memanggil para pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!