MENTOK, Berita5.co.id — Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap birokrasi dan kebijakan yang kerap terasa jauh dari denyut rakyat, Wakil Bupati Bangka Barat tampil menunjukkan wajah lain dari kekuasaan bahwa hadir, bekerja, dan menyentuh langsung masyarakat.
Melalui sinergi konkret bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), momentum Hari Ulang Tahun ke-25 BAZNAS RI di Masjid Agung Baiturrahman Mentok, Selasa (20/1/2026), diubah dari seremoni simbolik menjadi panggung aksi nyata negara dalam melayani umat.
Mewakili Bupati Bangka Barat, Wakil Bupati tidak hanya menyampaikan pidato normatif, tetapi menegaskan posisi politik pemerintah daerah yang secara terbuka menjadikan BAZNAS sebagai mitra strategis pembangunan sosial.
Zakat, infak, dan sedekah ditegaskan bukan sekadar urusan ibadah personal, melainkan instrumen kebijakan publik yang dikelola secara profesional untuk mengentaskan kemiskinan, memperkuat ekonomi umat, meningkatkan akses pendidikan, dan membuka layanan kesehatan bagi masyarakat kecil.
Di hadapan masyarakat, kamera menangkap momen ketika Wakil Bupati Bangka Barat menggenggam tangan penerima manfaat.
Bukan sekadar simbol empati, tetapi pesan politik yang tegas bahwa relasi antara penguasa dan rakyat harus dibalik.
Negara tidak berdiri di podium tinggi, tetapi turun ke lantai, sejajar dengan warga yang selama ini hanya menjadi angka statistik kemiskinan.
Tatapan tunduk penerima zakat bukan lagi simbol ketergantungan, melainkan bukti bahwa kebijakan yang tepat sasaran mampu memulihkan martabat.
Inilah politik kesejahteraan yang bekerja bukan janji, bukan baliho, melainkan tindakan.
Di sisi lain masjid, warga lanjut usia duduk menanti giliran pemeriksaan kesehatan gratis. Tidak ada sekat kekuasaan, tidak ada protokoler berlebihan.
Petugas medis BAZNAS mencatat tekanan darah, memeriksa keluhan, memberi saran. Zakat di sini berubah wujud menjadi layanan negara yang paling dasar yaitu hak untuk sehat.












