Hingga kini, identitas pemilik alat berat tersebut belum diumumkan secara resmi.
Beberapa warga menilai, kedatangan Herman Fu bersamaan dengan waktu pasca-operasi menimbulkan dugaan adanya keterkaitan.
“Kalau tidak ada kaitan, kenapa datangnya pas habis operasi? Biasanya yang datang itu pihak yang dimintai keterangan atau punya kepentingan menjelaskan sesuatu,” kata Dedi, warga Pangkalpinang.
Langkah Herman Fu yang aktif memberikan klarifikasi ke sejumlah media justru memperkuat kesan adanya upaya mengendalikan narasi publik usai operasi tambang ilegal berlangsung.
Upaya wartawan media ini untuk mengonfirmasi langsung kepada Herman Fu melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Satgas PKH sendiri juga belum memberikan keterangan resmi terkait maksud kedatangan Herman Fu ke kantor mereka.
Publik Tunggu Penjelasan Resmi
Tanpa penjelasan terbuka dari pihak Satgas PKH maupun Kejati Babel, kedatangan Herman Fu usai operasi tambang ilegal tetap menyisakan tanda tanya besar.
Publik kini menunggu kejelasan — apakah kunjungan itu sekadar klarifikasi pribadi, atau bagian dari proses hukum terkait pengungkapan kasus tambang ilegal yang masih berjalan. (b5)












