Oleh: Zilimon
BANGKATENGAH, Berita5.co.id — Malam di Desa Melabun biasanya tenang.
Lampu-lampu rumah warga berpendar lembut, menandai wilayah yang dikenal damai dan jauh dari hiruk pikuk kota.
Namun Sabtu malam, 6 Desember 2025, suasana berbeda tampak mencolok di salah satu sudut desa. Deru sepeda motor datang silih berganti, memadati halaman sebuah rumah yang tampak biasa saja dari luar.
Namun aktivitas di dalamnya, menurut warga, jauh dari kata “biasa”.
Kediaman itu milik seorang kolektor bernama Albi, nama yang tak asing bagi para penambang ilegal di Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah.
Pantauan langsung wartawan TOPBERITA, melihat ada transaksi jual beli bijih timah dan butiran emas berlangsung bebas, terang-terangan, dan tanpa sentuhan pengawasan aparat penegak hukum.
Dari kejauhan, aktivitas rumah itu sulit dibedakan dari kediaman lain.
Namun halaman yang padat oleh sepeda motor para pengantar bijih membuat nuansa berbeda.
Beberapa orang masuk-keluar rumah, sebagian membawa karung kecil, sebagian lain menenteng plastik bening—diduga berisi butiran hasil tambang.
Begitu pintu terbuka, tampak sejumlah orang sedang bertransaksi. Tak ada upaya untuk menutupinya, tak ada rasa takut disaksikan warga. Semua berlangsung seperti pasar malam kecil, hanya saja barang dagangannya adalah mineral berharga yang mestinya dikelola negara.
“Sudah lama… memang di rumah dia itu tempat jual timah dan emas,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya disamarkan, kepada wartawan ini.
Menurutnya, kegiatan ini bukan fenomena baru. “Dari dulu orang-orang memang ke sana kalau mau jual hasil dari tambang liar,” tambahnya.
Menanggapi temuan dan dugaan aktivitas ilegal tersebut, Kapolres Bangka Tengah AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena, S.I.K., memberikan klarifikasi. Ia menyebut pihaknya sudah mengecek ke lapangan.
“Sudah didatangi anggota, tidak menemukan adanya pembelian timah/emas,” ujarnya singkat saat dihubungi wartawan.
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan baru:
Bagaimana mungkin aktivitas yang begitu mencolok, yang diketahui warga sekitar, justru tidak terdeteksi saat aparat kepolisian Bangka Tengah?












