JEBUS, Berita5.co.id — Deru mesin aerator di petakan tambak udang, langkah para pekerja yang menyusuri pematang, serta canda ringan sebelum pekerjaan dimulai.
Di tempat inilah PT Besar Anugerah Perkasa (PT BAP) beroperasi, bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi juga sebagai denyut ekonomi bagi banyak keluarga desa.
Hampir empat tahun tambak udang ini berjalan.
Bagi Yan (45), salah satu pekerja, waktu itu bukan sekadar angka.
Dari tambak inilah ia membiayai hidup keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya.
“Alhamdulillah, selama ini tidak ada masalah. Semua berjalan baik, gaji juga cepat,” katanya lirih sambil menatap petakan tambak yang mulai terang diterpa matahari.
Keberadaan PT BAP telah membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, termasuk mereka yang sebelumnya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan.
Tambak udang ini menjadi ruang bertahan hidup, terutama bagi keluarga kecil yang menggantungkan masa depan pada penghasilan harian.
Asmi (50), perempuan paruh baya yang ikut bekerja di tambak, merasakan hal yang sama.
Di usianya yang tak lagi muda, bekerja di tambak memberi rasa aman.
“Gaji cukup dan dibayar tepat waktu. Semua sesuai prosedur,” ujarnya.
Dari penghasilannya, Asmi membantu ekonomi rumah tangga dan tak lagi sepenuhnya bergantung pada anak-anaknya.
Belakangan, muncul kabar yang menyebut adanya gaji satpam yang tidak dibayarkan.












