Berita

Sudah Bertahun-tahun Beroperasi di Kawasan Air Anyir Bangka, Aparat Diduga Tutup Mata

198
×

Sudah Bertahun-tahun Beroperasi di Kawasan Air Anyir Bangka, Aparat Diduga Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

Puluhan fiber box yang didaftarkan sebagai muatan udang ternyata berisi balok timah dan pasir timah kering.

Tujuan pengiriman disebut ke Jakarta Utara, untuk memenuhi kebutuhan industri di Pulau Jawa.

Artinya, hasil peleburan ilegal dari Bangka masuk ke rantai pasok industri nasional, tanpa hambatan berarti.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha menyatakan penyelundupan berhasil digagalkan sehingga negara terhindar dari kerugian.

Namun, pengamat menilai keberhasilan itu baru menyentuh lapisan terluar dari persoalan yang jauh lebih dalam.

Selama home industri peleburan dibiarkan hidup, penyelundupan hanyalah persoalan waktu.

Produksi balok timah akan terus berlangsung, jalur distribusi akan selalu tersedia, dan modus kamuflase akan terus berganti.

Dalam situasi seperti ini, pembiaran aparat—sengaja atau tidak—menjadi bagian dari masalah, bukan sekadar kelalaian.

Kasus Mentok seharusnya menjadi titik balik.

Bukan hanya untuk memburu sopir dan buruh angkut, tetapi menguji keberanian aparat membongkar dapur peleburan, mengungkap pemodal, serta menelusuri relasi yang membuat praktik ilegal ini bertahan lama.

Tanpa itu, penindakan penyelundupan akan terus berulang dalam pola yang sama, yakni satu pengiriman digagalkan, puluhan lainnya lolos.

Dan di balik asap dapur peleburan yang terus mengepul, timah Bangka akan tetap mengalir keluar pulau—sementara hukum memilih diam. (B5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!