Warga setempat berencana melaporkan masalah ini ke pihak berwenang, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian, jika pihak kafe tetap mengabaikan keluhan mereka.
Warga mendesak agar Tomorrow Coffee segera membatasi jam operasional hiburan musik DJ-nya atau bahkan menghentikan konsep tersebut, demi menjaga ketenangan dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Konflik antara kepentingan bisnis dan ketenangan warga kini menjadi sorotan utama.
Hingga berita ini tayang, media ini masih berupaya menghubungi pihak Tomorrow Coffee dan pihak-pihak terkait. (Sumber: Buletinexpres.com)












