Berita

Serda Hendra Gunawan dan Nataru Dalam Melayani Publik di Pelabuhan Tanjung Kalian

116
×

Serda Hendra Gunawan dan Nataru Dalam Melayani Publik di Pelabuhan Tanjung Kalian

Sebarkan artikel ini

MENTOK, Berita5.co.id  — Di tengah riuh mesin kapal, teriakan buruh angkut, dan langkah tergesa para penumpang yang diburu waktu libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NATARU), satu sosok berseragam hijau berdiri nyaris tanpa suara di Pelabuhan Tanjung Kalian.

Ia bukan pejabat, bukan pula pengambil keputusan strategis di ruang rapat berpendingin.

Namun justru dari titik paling riil itulah, negara memperlihatkan wujudnya.

Serda Hendra Gunawan, Babinsa Koramil 431-02/Mentok, menjadi representasi kehadiran negara di ruang paling padat kepentingan publik dermaga penyeberangan.

Sejak Kamis, 1 Januari 2026, ia menjalankan pengamanan intensif di Pos NATARU Pelabuhan Tanjung Kalian bagian dari operasi terpadu TNI, Polri, KSOP, dan unsur pengelola pelabuhan yang telah berlangsung sejak awal Desember.

Di sinilah keamanan tidak lagi dimaknai sebagai konsep abstrak, melainkan praktik harian yang hadir dalam sikap, bahasa tubuh dan kesediaan aparat untuk berdiri lebih lama dari masyarakat yang mereka lindungi.

Tanpa pengeras suara, tanpa pidato panjang, Serda Hendra bekerja dalam ritme yang nyaris tak terlihat seperti
mengamati arus manusia, menata antrean yang mulai gaduh, menenangkan penumpang lansia, hingga memastikan prosedur keselamatan dipahami oleh mereka yang jarang bersentuhan dengan perjalanan laut.

Ia menjadi simpul koordinasi di lapangan menghubungkan kepolisian, otoritas pelabuhan, petugas kesehatan dan awak kapal.

Dalam praktiknya, pengamanan ini bukan sekadar soal mencegah gangguan, tetapi mengelola kecemasan publik di ruang transisi yang rawan konflik sosial.

“Kalau ada tentara, kami merasa negara benar-benar ada. Bukan hanya menjaga, tapi menenangkan.” ujar seorang penumpang pria paruh baya yang hendak kembali ke Sumatera usai libur Natal.

Dalam studi keamanan modern, rasa aman publik sering kali tidak dibangun oleh senjata, melainkan oleh kehadiran simbolik otoritas yang dipercaya.

Di Pelabuhan Tanjung Kalian, simbol itu hadir dalam sosok Babinsa.

Bagi seorang ibu yang membawa dua anak kecil, kehadiran Serda Hendra bukan sekadar pengamanan teknis.

“Beliau membantu kami naik, mengatur antrean, dan berbicara dengan sangat sabar. Seperti ada keluarga yang menjaga,” tuturnya lirih.

Di titik inilah fungsi TNI melampaui peran militeristik.

Ia menjelma penjaga ketertiban emosional masyarakat, terutama di masa liburan panjang yang rawan kepadatan, kelelahan dan gesekan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!