Berita

Proyek Bay Park Polda Babel Rp 28 Miliar Molor, Pengawas Satker SDA Yuda Sebut Punya Bambang Jawa

246
×

Proyek Bay Park Polda Babel Rp 28 Miliar Molor, Pengawas Satker SDA Yuda Sebut Punya Bambang Jawa

Sebarkan artikel ini

Editor: Bangdoi Ahada

PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Proyek revitalisasi konservasi taman Bay Park Polda Kepulauan Bangka Belitung senilai Rp 28,19 miliar belum sepenuhnya rampung ketika masa kontrak berakhir.

Sejumlah temuan lapangan—dari mutu konstruksi, kerapian pekerjaan, hingga keselamatan kerja, mengemuka dan menempatkan sorotan tajam pada peran pengawasan proyek negara tersebut.

Di balik proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 itu, nama Yuda, pengawas dari Satuan Kerja Kementerian Sumber Daya Air, menjadi figur sentral.

Ia adalah pihak yang memastikan pekerjaan PT Grana Anugerah Lestari, dengan pengawasan teknis PT Tri Ennas, berjalan sesuai kontrak selama 138 hari kalender.

Namun temuan di lapangan menunjukkan pekerjaan yang belum sepenuhnya memenuhi standar akhir.

Pada area kolam, beton cor masih memperlihatkan besi tulangan. Retakan terlihat di sejumlah bagian.

Sisa material kayu berserakan di area taman. Fasilitas toilet dan dinding bangunan tampak belum rapi, meski sebagian telah dicat.

Setelah temuan itu dipublikasikan media, Yuda akhirnya memberikan klarifikasi pada Rabu, 5 Februari 2026.

Ia membenarkan adanya keterlambatan pekerjaan dan mengakui sebagian hasil belum maksimal.

“Keterlambatan karena faktor cuaca, terutama hujan. Sekarang sudah masuk tahap pemeliharaan. Temuan di lapangan akan diperbaiki,” ujar Yuda.

Ia berjanji seluruh kekurangan, mulai dari beton yang masih menampakkan besi hingga kerapian fasilitas, akan diselesaikan pada masa pemeliharaan.

Namun pengakuan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan, bagaimana pengawasan dilakukan selama proyek berjalan, sehingga kekurangan itu baru tampak mencolok di fase akhir?

Pengawasan dan Keselamatan Kerja

Sorotan lain mengarah pada aspek keselamatan kerja. Yuda mengakui tidak semua pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!