Penulis: Belva Al Akhab, Satrio
MENTOK, Berita5.co.id — Di sebuah ruang yang sering kali hanya dipenuhi seremoni dan tanda tangan formal, Sarbudiono, S.Pd., memilih menanam sesuatu tentang arah masa depan. Penandatanganan kerja sama antara DP3APKB Bangka Barat dan RSIA Dzakirah Pangkalpinang bukan sekadar agenda birokrasi, melainkan langkah strategis yang menyentuh inti kehidupan masyarakat di dalam ruang keluarga.
Sebagai Kepala DP3APKB, Sarbudiono tidak berbicara dalam jargon yang kering. Ia menempatkan kebijakan ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat merencanakan kehidupan mereka secara lebih bermartabat.
“Kerja sama dengan RSIA terkait fasilitasi penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang adalah program bantuan pemerintah kepada masyarakat yang sepenuhnya difasilitasi pemerintah lewat DAK, sehingga membantu masyarakat dalam pembiayaan penggunaan metode kontrasepsi tersebut,” ungkapnya, Kamis (23/04/2026).
Dalam lanskap Bangka Barat yang masih berhadapan dengan tantangan ekonomi dan akses layanan kesehatan, kebijakan ini menjelma menjadi jembatan menghubungkan keinginan keluarga untuk hidup lebih terencana dengan kemampuan nyata untuk mencapainya.
“Program ini memfasilitasi terutama pasangan keluarga yang ingin mengatur jumlah anak atau anggota keluarga dengan pembiayaan sepenuhnya dibantu pemerintah lewat DAK,” lanjutnya.
Namun bagi Sarbudiono, program ini tidak berhenti pada angka kepesertaan atau target administratif. Ia melihatnya sebagai fondasi kesejahteraan yang lebih luas tentang bagaimana sebuah keluarga bisa benar-benar hadir bagi setiap anak yang dilahirkannya.
“Pengaturan jumlah keluarga tentu dengan perencanaan dan tujuan agar bisa fokus memberikan kesejahteraan anggota keluarga, dengan perencanaan yang matang agar anggota keluarga (anak) bisa mendapatkan perlindungan utuh atas kebutuhan hidup, kebutuhan dasar dan kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan,” tuturnya, dengan nada yang lebih reflektif daripada birokratis.
Di balik keputusan menggandeng RSIA Dzakirah Pangkalpinang, terdapat proses panjang yang jarang terlihat publik. Sarbudiono memastikan bahwa kerja sama ini berdiri di atas kajian, bukan sekadar kebutuhan seremonial.
“Dengan RSIA Dzakirah bukan serta-merta tanpa pembahasan maupun kajian. Tentu sarana kesehatan yang dimiliki oleh RSIA Dzakirah Pangkalpinang dan prosedur pelayanan yang diberikan sudah terstandar kesehatan,” jelasnya.












