Menurut salah satu pengurus masjid, antusiasme warga begitu tinggi, bahkan sebelum waktu magrib.
“Kami sudah siapkan tambahan karpet dan pengeras suara di luar, karena jamaah yang datang melebihi kapasitas,” ujarnya.
Masjid Al-Mukarrom dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan di kawasan Tuatunu. Masyarakat sekitar memiliki tradisi kuat dalam pengajian dan dakwah. Oleh karena itu, kehadiran Syaikh Zakaria dianggap sebagai momen berharga untuk memperdalam pemahaman spiritualitas Islam yang tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga penuh kelembutan hati dan cinta Ilahi.
Kajian ditutup dengan doa bersama, diiringi linangan air mata beberapa jamaah yang tersentuh oleh materi yang mendalam dan suasana batin yang hangat. Banyak warga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, sebagai bentuk penyegaran rohani dan penguatan nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan masyarakat modern. (b5)












