Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Sebuah perjalanan singkat menuju kebun di tepian Sungai Butun berubah menjadi peristiwa yang menggugah perhatian banyak orang. Seorang pria paruh baya berusia sekitar 55 hingga 58 tahun dilaporkan hilang setelah pergi ke kebunnya di Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (3/6/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Hingga Kamis (4/6/2026), korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian pun terus diperluas dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Basarnas, BPBD, Polairud, Polsek Kelapa, Pemerintah Kecamatan Kelapa, Pemerintah Desa Tugang serta masyarakat setempat.
Di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti keberadaan korban, satu hal terlihat jelas ketika musibah datang, seluruh elemen masyarakat bergerak bersama.
Korban terakhir kali diketahui menuju kebunnya yang berada di sekitar kawasan Sungai Butun. Namun hingga malam hari ia tidak pernah kembali ke rumah.
Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah kendaraan dan peralatan milik korban ditemukan dalam kondisi lengkap di lokasi.
Temuan tersebut menjadi titik awal pencarian besar-besaran yang kini terus berlangsung.
Sejak laporan diterima, kawasan Sungai Butun yang biasanya tenang berubah menjadi pusat operasi kemanusiaan.
Tim gabungan menyisir aliran sungai menggunakan perahu. Petugas lain berjalan kaki menembus jalur kebun dan semak belukar yang mengelilingi lokasi. Setiap sudut diperiksa. Setiap kemungkinan ditelusuri.
Mereka bekerja dengan satu tujuan yang sama untuk menemukan korban.
Di balik aktivitas pencarian itu, ada keluarga yang masih menunggu dengan harapan yang belum padam.
Ada pula masyarakat yang terus berdatangan untuk membantu, meski harus menghadapi medan yang tidak mudah.
Vegetasi yang rapat, jalur kebun yang cukup jauh dari pemukiman, serta kondisi sungai yang memerlukan kewaspadaan tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka.
Seorang warga yang menerima laporan awal mengenai dugaan hilangnya korban, Mang Jelali, mengatakan kabar tersebut langsung menggerakkan masyarakat untuk turun ke lapangan.
“Kami semua merasa prihatin. Begitu mengetahui korban belum kembali dan keberadaannya tidak diketahui, warga langsung berinisiatif melakukan pencarian. Kami berharap dengan bantuan pemerintah dan seluruh pihak yang turun ke lapangan, korban bisa segera ditemukan,” ujar Mang Jelali.
Menurutnya, solidaritas masyarakat Desa Tugang terlihat sangat kuat selama proses pencarian berlangsung.
“Warga tidak ada yang tinggal diam. Ada yang membantu menyisir sungai, ada yang memeriksa jalur kebun, ada juga yang membantu logistik untuk petugas dan relawan. Semua berharap korban segera ditemukan,” katanya.












