Bangka BaratHukumLaw&CrimeLokalNews

Pelajaran dan Penelusuran Jejak Terakhir Hafiza: Dari Hilang di Perumahan Sawit hingga Terungkapnya Pembunuhan

50
×

Pelajaran dan Penelusuran Jejak Terakhir Hafiza: Dari Hilang di Perumahan Sawit hingga Terungkapnya Pembunuhan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Tidak ada yang menyangka Minggu sore, 5 Maret 2023, akan menjadi hari terakhir Hafiza, bocah perempuan berusia 8 tahun asal Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, terlihat bermain seperti anak-anak lainnya.

Di lingkungan perumahan perkebunan sawit yang selama ini dikenal tenang, Hafiza keluar rumah sebagaimana biasanya. Tidak ada tanda-tanda bahaya. Tidak ada firasat buruk. Namun beberapa jam kemudian, keluarga mulai panik ketika anak perempuan yang dikenal ceria itu tidak kunjung pulang.

Apa yang awalnya dianggap sebagai kasus anak tersesat berubah menjadi salah satu kasus pembunuhan anak paling menyita perhatian publik di Bangka Belitung dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus tersebut tidak hanya menguras emosi keluarga korban, tetapi juga memaksa aparat kepolisian, relawan, dan masyarakat melakukan pencarian selama berhari-hari sebelum akhirnya menemukan fakta mengerikan di tengah hamparan kebun sawit.

 

Hari Pertama: Ketika Hafiza Tak Kunjung Pulang

Minggu, 5 Maret 2023.

Sore itu Hafiza masih terlihat berada di kawasan perumahan perkebunan sawit tempat keluarganya tinggal. Menjelang malam, keluarga mulai mencari karena korban tidak berada di rumah.

Pencarian pertama dilakukan secara mandiri oleh keluarga dan warga sekitar.

Nama Hafiza dipanggil dari lorong ke lorong perumahan karyawan perkebunan.

Semak-semak diperiksa.

Jalan kebun disisir.

Tempat bermain anak-anak didatangi satu per satu.

Namun hasilnya nihil.

Malam itu menjadi malam pertama yang dipenuhi kecemasan bagi keluarga korban.

Tidak seorang pun mengetahui ke mana Hafiza pergi.

Tidak ada saksi yang dapat menjelaskan secara pasti keberadaannya.

Yang tersisa hanya harapan bahwa anak itu tersesat dan akan ditemukan keesokan harinya.

Hari Kedua hingga Keempat: Pencarian Besar-besaran

Memasuki hari kedua, pencarian melibatkan semakin banyak orang.

Warga Desa Terentang, pekerja perkebunan, aparat desa, personel kepolisian hingga relawan mulai menyisir wilayah yang lebih luas.

Kawasan perkebunan sawit yang membentang ribuan hektare menjadi tantangan tersendiri.

Jalan produksi perkebunan diperiksa.

Parit-parit diperiksa.

Lokasi pemancingan dan jalur-jalur kebun yang jarang dilalui manusia ikut disisir.

Setiap informasi sekecil apa pun ditindaklanjuti.

Setiap jejak yang dianggap mencurigakan diperiksa.

Namun waktu terus berjalan tanpa hasil.

Semakin lama korban tidak ditemukan, semakin besar kekhawatiran bahwa Hafiza bukan sekadar tersesat.

Hari Kelima: Penemuan yang Mengubah Segalanya

Kamis, 9 Maret 2023.

Sekitar pukul 07.00 WIB, informasi mengejutkan diterima aparat kepolisian.

Seorang pekerja perkebunan menemukan sesosok jenazah anak perempuan di kawasan perkebunan sawit PT BPL.

Lokasi penemuan berada jauh dari tempat tinggal korban.

Polisi segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kondisi jenazah membuat semua pihak terkejut.

Korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan.

Terdapat tanda-tanda kekerasan yang kuat mengarah pada dugaan pembunuhan.

Jenazah kemudian dievakuasi untuk dilakukan identifikasi dan autopsi.

Di saat penyidik bekerja memastikan identitas korban, keluarga Hafiza dipanggil untuk melakukan pencocokan.

Ayah korban, Edi, berusaha mengenali anaknya melalui pakaian, sandal, serta ciri fisik berupa tahi lalat pada tangan kiri.

Bagi setiap orang tua, tidak ada peristiwa yang lebih menyakitkan daripada memastikan bahwa jenazah yang berada di hadapannya anak yang selama beberapa hari mereka cari dengan penuh harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!