floating
Bangka BelitungBeritaDesa WisataLokalNasionalNewsPangkalpinangPariwisataPemerintahanPolitik

Patung Ketam Remangok, Ikon Baru Era Walikota Bang Molen: Bukan Sekedar Ornamen Kota

455
×

Patung Ketam Remangok, Ikon Baru Era Walikota Bang Molen: Bukan Sekedar Ornamen Kota

Sebarkan artikel ini
Patung Ketam Remangok ini dibangun pada era Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil atau Bang Molen, berlokasi di ujung Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, tepatnya di Jalan Raya Pangkalpinang-Sungailiat. (ist)

Penulis: AHY
PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Memasuki Kota Pangkalpinang dari arah Sungailiat, mata kita akan langsung tertuju pada sebuah patung mencolok berbentuk kepiting besar yang berdiri tegak di kawasan Selindung.

Jika dari arah Sungailiat, patung Kepiting atau sebutan akrabnya Ketam ini berada tepat di sebelah kiri memasuki Kelurahan Selindung.

Patung ini diberi nama Patung Ketam Remangok—sesuai dengan nama hewan yang banyak hidup di perairan Pulau Bangka.

Patung Ketam Remangok kini menjadi salah satu ikon baru Kota Pangkalpinang yang menggeliat pada masa Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil periode 2018-2023.

Patung Ketam Remangok ini tidak saja menyajikan keindahan, tetapi juga membangun identitas lokal.

Patung ini dibangun di era kepemimpinan Wali Kota Maulan Aklil atau akrab disapa Bang Molen pada periode pertamanya 2018-2023 lalu.

Gagasan ini bukan sekadar menghadirkan ornamen kota, tetapi juga memperkuat ciri khas daerah dengan mengangkat kekayaan hayati yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka: ketam remangok.

Ketam Remangok, adalah sejenis kepiting khas yang banyak ditemukan di perairan Pulau Bangka, tak hanya dikenal lezat dagingnya, tetapi kini juga menjadi inspirasi identitas visual kota.

Di sekitar kawasan patung, suasana kini tak lagi sepi. Ramai warga datang, baik untuk berswafoto, beristirahat sejenak, maupun sekadar menikmati suasana sekitar, atau belanja membeli Ketam Remangok yang banyak dijual di sekitar patung tersebut.

Ketam-ketam ini dijual dalam keadaan hidup, dengan harga berkisar antara Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram, tergantung ukuran dan kondisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!