BANGKA, Berita5.co.id — Di pesisir utara Pulau Bangka, tepatnya di Muara Air Kantung, Jelitik, denyut kehidupan nelayan kembali menemukan ritmenya.
Alur muara yang sempat dangkal dan menyulitkan perahu keluar-masuk kini perlahan terbuka, memberi harapan baru bagi para pencari ikan yang setiap hari menggantungkan hidup pada laut.
Pagi itu, suara mesin alat berat memecah kesunyian. Di antara riak air yang tenang, sebuah excavator jenis PC tampak bekerja mengeruk endapan pasir dan lumpur yang selama ini menghambat jalur pelayaran.
Di balik aktivitas tersebut, ada kolaborasi yang tidak biasa antara perusahaan tambang, mitra usaha, dan masyarakat duduk dalam satu kepentingan: membuka akses, menjaga keberlangsungan.
PT Timah Tbk bersama mitra usahanya mengambil peran dalam pengerukan ini.
Bukan hanya untuk mendukung aktivitas pertambangan yang berada dalam wilayah izin usaha, tetapi juga menjawab kebutuhan mendesak para nelayan.
Hasanudin, penanggung jawab operasional dari CV Tinspire Global Ventures, menggambarkan kegiatan ini sebagai bentuk gotong royong yang lahir dari kepentingan bersama.
Perusahaan menyediakan alat, sementara operasionalnya dijalankan secara kolaboratif dengan para penambang lokal.
“Ini bukan sekadar pekerjaan teknis. Ada kepedulian di sini, terutama untuk nelayan agar mereka bisa kembali melaut tanpa hambatan,” ujarnya.
Di sisi lain, para nelayan yang selama ini harus berjibaku dengan alur sempit dan dangkal mulai merasakan dampaknya.
Perahu yang sebelumnya kerap kandas kini bisa melintas lebih mudah. Waktu tempuh menjadi lebih singkat, risiko kerusakan perahu pun berkurang.












