Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yusderahman, menambahkan bahwa budaya adalah jati diri kota. “Sebuah kota tanpa budaya hanyalah kumpulan batu bata,” ucapnya dalam sambutan.
MAF yang digelar sejak 2022 ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Setelah mengusung tema “Pada Sediakala” pada 2022 dan “Tenunan Harmoni” pada 2023, tahun ini festival menegaskan peran seni sebagai bahasa masyarakat Mentok untuk menyuarakan identitas dan memperkuat kota pusaka menjadi kota kreatif. (*/b5)












