Bangka BaratBeritaKesehatanLokalNewsPemerintahan

Markus, S.H: Dari Puskesmas Kelapa, Bangka Barat Menaruh Harapan pada Kesehatan Generasi

87
×

Markus, S.H: Dari Puskesmas Kelapa, Bangka Barat Menaruh Harapan pada Kesehatan Generasi

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Sebuah daerah tidak dibangun hanya dengan jalan yang mulus, jembatan yang kokoh atau gedung-gedung yang menjulang. Sebuah daerah sesungguhnya dibangun dari tubuh-tubuh yang sehat, anak-anak yang tumbuh tanpa gizi buruk, ibu-ibu yang melahirkan dengan aman, serta lansia yang dapat menua dengan martabat.

Pemahaman itulah yang tampak ingin ditegaskan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat saat meresmikan Gedung Baru Puskesmas Kelapa, Sabtu (30/05/2026).

Di tengah arus pembangunan yang sering kali diukur melalui beton, aspal, dan angka pertumbuhan ekonomi, sebuah bangunan pelayanan kesehatan berdiri sebagai pengingat bahwa manusia tetap merupakan pusat dari seluruh proses pembangunan.

Gedung baru itu memang tidak setinggi menara perkantoran. Ia juga tidak semegah pusat-pusat bisnis yang sering menjadi simbol kemajuan sebuah wilayah. Namun bagi masyarakat Kecamatan Kelapa, bangunan tersebut menyimpan fungsi yang jauh lebih mendasar dalam menjaga kehidupan.

Di tempat itulah kelak seorang ibu muda akan membawa anaknya yang demam saat malam belum sepenuhnya usai. Di tempat itu pula seorang perempuan hamil memeriksakan kandungannya dengan harapan dapat melahirkan dengan selamat. Seorang nelayan yang pulang dari laut dengan tubuh lelah akan mencari pengobatan. Seorang lansia akan memeriksa kesehatannya agar tetap mampu menikmati hari-hari tua bersama keluarga.

Karena itu, ketika Bupati Bangka Barat Markus, S.H., meresmikan gedung baru tersebut, yang sedang dibuka sesungguhnya bukan hanya pintu sebuah bangunan, melainkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih layak.

“Pembangunan gedung baru Puskesmas Kelapa ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana kesehatan di wilayah kita,” kata Markus dalam sambutannya.

Pernyataan itu tampak sederhana. Namun di dalamnya tersimpan sebuah arah pembangunan yang cukup jelas bahwa kesehatan tidak lagi ditempatkan sebagai sektor pelengkap, melainkan sebagai fondasi pembangunan manusia.

Dalam berbagai kajian pembangunan modern, kesehatan selalu menempati posisi strategis. Tidak ada produktivitas tanpa tubuh yang sehat. Tidak ada pendidikan yang optimal tanpa anak-anak yang tumbuh dengan baik. Tidak ada kesejahteraan yang berkelanjutan apabila masyarakat terus dibayangi persoalan kesehatan dasar.

Kesadaran itulah yang perlahan terlihat dalam berbagai kebijakan pembangunan daerah, termasuk di Bangka Barat.

Gedung Baru Puskesmas Kelapa menjadi salah satu simbol dari investasi jangka panjang tersebut.

Pemerintah daerah tampaknya memahami bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya diukur dari besarnya pendapatan daerah atau tingginya angka investasi. Ukuran yang lebih penting dalam kualitas hidup masyarakat yang menikmati pembangunan itu sendiri.

Karena itu, Markus menegaskan bahwa puskesmas tidak boleh dipandang sekadar sebagai bangunan pelayanan publik.

“Puskesmas bukan sekadar bangunan. Ini adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menyentuh persoalan yang lebih substansial. Infrastruktur kesehatan yang baik memang penting, tetapi bangunan yang megah tidak akan berarti banyak tanpa pelayanan yang manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!