Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
ACEH, Berita5.co.id— Ketika malam turun perlahan di kaki perbukitan Aceh Tengah, cahaya proyektor menembus gelap, memantul di wajah anak-anak yang duduk beralaskan terpal biru.
Mereka tertawa, menunjuk layar dan untuk sesaat melupakan banjir dan longsor yang merenggut rumah serta rutinitas hidup mereka.
Di belakang layar sederhana itu, berdiri Posko Kemanusiaan Mapala Se-Indonesia pusat denyut solidaritas mahasiswa dari seluruh Indonesia yang menjelma menjadi relawan di medan bencana, Minggu (11/01/2026).
Pusat Koordinasi Nasional (PKN) dan Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapala Se-Indonesia secara resmi mendirikan Posko Mapala Se-Indonesia di Kabupaten Aceh Tengah sebagai pusat komando aksi kemanusiaan tanggap bencana banjir dan longsor.
Dari posko inilah, koordinasi penyelamatan, distribusi logistik, layanan medis, hingga pemulihan psikososial masyarakat dijalankan secara terpadu.
Dalam masa tanggap darurat, Mapala Se-Indonesia menjalankan empat program utama yaitu:
Search and Rescue (SAR), penyaluran logistik, pembersihan fasilitas umum, dan penanganan medis.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, tim memfokuskan kerja kemanusiaan di wilayah terdampak terparah, yakni:
Kecamatan Linge: Desa Pantan Nangka, Penarun, Jamat, Reje Payung, dan Delung Sekinel
Kecamatan Bintang: Desa Kelitu, Sintep, Syiah Utama, dan Kala Segi
Kecamatan Kebayakan: Desa Jongok Meluem
Kecamatan Ketol: Desa Bah












