Oleh: Suryan Masrin
Berita5.co.id — Mandik Langier adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Bangka saat akan melaksanakan puasa ramadhan.
Penamaan Mandik Langier ini lebih familiar di wilayah kecamatan Simpang Teritip, sedangkan wilayah timur Bangka sering disebut dengan ‘mandi belimau’.
Mandik (mandi) ini biasa dilakukan sehari sebelum memasuki puasa, sebelum puasa dilakukan, yakni dimulai dari siang hari sampai menjelang Maghrib.
Namun kebanyakan mandi dilakukan saat sore hari. Tujuan dari mandi ini adalah untuk pensucian diri menghadapi bulan yang agung dan berkah.
Sejatinya bulan puasa/ramadhan adalah bulan yang sakral dan dinantikan oleh masyarakat Muslim.
Maka tak heran jika menjelang tiba, berbagai upaya dilakukan sebagai wujud semarak atau kegembiraan, seperti dilaksanakan pawai obor atau dalam bahasa Bangka disebut dengan ‘culok’, mandik langier/belimau’ dan lain sebagainya.
Adapun bahan dan tatacara mandik langier ini sebagai berikut; Bahan terdiri dari batang (pohon) langier, limau (jeruk) kerames/purot (jeruk nipis/purut), dan tanah kunieng.












