BANGKA, Berita5.co.id – Komitmen Politeknik Manufaktur (Polman) Negeri Bangka Belitung dalam mendorong pengembangan usaha mikro kembali diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Tim dosen Polman Negeri Babel menyerahkan tiga unit mesin produksi kepada UMKM Akhliya Snacks di Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Kamis (23/7/2026).
Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi kerja, serta kualitas produk UMKM melalui penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra.
Ketua Tim PKM Polman Negeri Babel, Yudi Oktriadi, M.Eng., mengatakan bantuan yang diberikan berupa mesin penggiling ikan, mesin pengemas plastik sistem continuous sealer, dan mesin peniris minyak (spinner).
Menurutnya, ketiga mesin tersebut merupakan solusi atas berbagai kendala produksi yang selama ini dihadapi pelaku usaha. Melalui bantuan peralatan ini, kami berharap proses produksi menjadi lebih cepat, kapasitas meningkat, kualitas produk semakin baik, dan daya saing UMKM juga semakin kuat,” ujarnya.Program pengabdian ini melibatkan dosen Yudi Oktriadi, M.Eng., Yuke Mareta Ariesta Sandra, M.Si., dan Yuliyanto, M.T., bersama mahasiswa Ridho Alamsyah serta Daffa Farras Razzan.
Yudi menjelaskan mesin penggiling yang diserahkan memiliki kapasitas produksi sekitar 30–40 kilogram per jam dan dapat digunakan untuk menggiling berbagai bahan, mulai dari ikan, daging, hingga bahan pangan lainnya. Sementara itu, mesin continuous sealer memungkinkan proses pengemasan dilakukan secara lebih cepat, rapi, dan higienis, sedangkan mesin spinner mampu mengurangi kadar minyak pada produk sehingga menghasilkan kualitas makanan yang lebih baik dan memiliki daya simpan lebih lama.
Dosen Polman Negeri Babel, Yuliyanto, M.T., mengungkapkan hasil observasi menunjukkan UMKM Akhliya Snacks sebelumnya masih menggunakan peralatan sederhana sehingga proses produksi berjalan kurang efisien. Mulai dari proses penggilingan yang memakai mesin berkapasitas kecil, pengemasan yang masih terbatas, hingga penirisan minyak secara manual menjadi faktor yang menyebabkan kapasitas produksi hanya berkisar 5 hingga 7,5 kilogram per hari.












