Penulis : Iyem
BANGKABARAT, berita5.co.id — Seperti tak ada habisnya kabar bahwa oknum aparat disebut-sebut menjadi beking tambang illegal di Perairan Belo Laut.
Baru saja sepekan viral oknum aparat inisial Irf dituding bekingi aktivitas ponton isap produksi (PIP) di Belo Laut, kini bekingnya sudah berganti ke oknum aparat lainnya.
“Saya tidak lagi di situ Bang,” ujar Irf saat dikonfirmasi tim media ini, usai namanya viral disebut-sebut mengkoordinir 7 unit PIP illegal di Belo Laut.
“Izin saya tidak monitor lagi Bang,” tandasnya.
Usai mendapat kabar dari Irf tersebut, tim media ini mencoba mencari tahu ke berbagai narasumber di Mentok Kabupaten Bangka Barat.
Dari berbagai informasi muncul nama satu lagi oknum aparat inisial Dedi.
Melihat kondisi dan situasi aktivitas tambang di Belo Laut ini ternyata sulit untuk lepas dari aktivitas tambang illegal.
Pasalnya, aktivitas tambang ilegal yang merambah pinggiran hutan bakau di laut Belo tersebut diduga selalu dibekingi dan di koordinir oleh oknum aparat.
Makanya tidak heran jika penegak hukum di Kecamatan Mentok maupun di Bangka Barat tidak akan pernah bisa menertibkan aktivitas illegal di perairan Belo Laut.












