Ketua DPRD Bangka Barat, Badri Syamsu. (Ist)
MENTOK, Berita5.co.id – Di balik jendela kaca gedung Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, tempat para pejabat membubuhkan tanda tangan dan membicarakan masa depan daerah, alam justru menangis dalam diam.
Tanpa aba-aba, suara mesin pengeruk tanah menggerus sunyi dari balik rimbun hutan tepat di belakang kompleks perkantoran pemda. Bukan cerita fiksi, ini realita: aktivitas tambang timah ilegal merajalela di jantung kekuasaan, menyulap kawasan lindung menjadi lahan basah bagi kerakusan.
Ketua DPRD Bangka Barat, Badri Syamsu, mengaku geram dengan kondisi ini. Ia menyebut, tindakan para penambang adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap hutan dan sistem pengawasan.
“Kami menyayangkan kejadian tersebut, apalagi itu dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab, dan berada di kawasan hutan yang dekat dengan aset pemerintah,” ujar Badri, Jumat, 18 Juli 2025.












