Ia juga menggemakan gagasan Mustafa Edwin Nasution tentang zakat sebagai pilar pemberdayaan umat.
Di Tempilang sore itu, teori bertemu praktik.
Di sisi lain, kehadiran Polsek Tempilang bersama Satpol PP Kabupaten Bangka Barat menghadirkan rasa aman tanpa intimidasi.
Personel berjaga secara terbuka dan humanis. Mereka berbincang dengan warga, duduk bersila menikmati hidangan berbuka, memastikan kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.
Inilah wajah keamanan yang bersahabat, ketika aparat tidak menciptakan jarak, tetapi menjadi bagian dari komunitas.
Pendekatan ini selaras dengan konsep social capital Robert Putnam dalam Bowling Alone, bahwa kepercayaan sosial dibangun lewat interaksi langsung dan partisipasi bersama.
Di Masjid Nurul Falah, modal sosial itu tumbuh nyata pemerintah, aparat, ulama, dan masyarakat berada dalam satu ruang spiritual yang sama.
Tausiah yang disampaikan Hendra Muslaili menguatkan pesan persatuan dan keteguhan iman. Jemaah menyimak dalam hening, sementara waktu berbuka semakin dekat.
Di serambi masjid, pejabat daerah, pengurus zakat, aparat keamanan, tokoh agama dan masyarakat duduk sejajar menikmati hidangan sederhana.
Tidak ada sekat protokoler. Tidak ada batas simbolik antara pemegang kebijakan dan penerima manfaat.
Inilah wajah pelayanan publik yang humanis.
Safari Ramadhan di Sinar Surya menjadi bukti bahwa ketika Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bergerak bersama BAZNAS dan kepolisian sektor, kebijakan tidak berhenti pada dokumen.
Ia turun ke lantai masjid. Ia menyentuh tangan lansia. Ia mengangkat kursi roda. Ia membagikan sembako menjelang azan Magrib.
Di tengah efisiensi anggaran nasional serta tantangan sosial ekonomi, kolaborasi lintas sektor ini tampil sebagai jawaban bahwa negara tidak boleh absen dari ruang-ruang ibadah dan ruang-ruang sunyi rakyatnya.
Ramadhan di Desa Sinar Surya bukan hanya agenda rutin. Ia adalah pernyataan sikap. Bahwa Bangka Barat memilih merawat empati sebagai fondasi pembangunan.
Di bawah cahaya lampu masjid, doa-doa warga naik perlahan. Di antara doa itu, ada harapan agar sinergi ini bukan hanya cerita satu sore tetapi menjadi tradisi kepemimpinan yang terus hidup. (b5)












