Seorang sumber berinisial Lim yang enggan disebutkan nama lengkapnya, menilai Liku bukan sosok baru dalam dunia pertimahan ilegal.
Bahkan, saat gudangnya digeledah dan timah diamankan, Liku disebut tengah berada di luar negeri.
“Dia ini orang lama, orang hebat bang. Tidak mudah menangkapnya,” ujar Lim tersebut, Senin (26/01/2026).
Lim juga menduga, kuatnya posisi Liku tidak lepas dari adanya pihak-pihak berpengaruh yang diduga berada di belakangnya.
“Kita lihat saja, saat timahnya tertangkap dia santai saja. Padahal informasinya sudah beredar luas di media, apalagi sekarang ada sosok perempuan sering dipanggil Ibu Desi yang membantu Liku untuk kirim ke PT MSP” ucapnya.
Perempuan ini disebut-sebut merupakan orang dalam struktur manajemen di PT MSP.
Meski sempat tersentuh operasi Satgasus, aktivitas gudang yang diduga terkait Liku disebut masih berjalan.
Namun, pola operasinya kini dilakukan lebih tertutup, dengan aktivitas transaksi berlangsung pada pagi hari dan di lokasi yang berbeda-beda.
“Tempatnya beda-beda bang. Tolong nama saya dirahasiakan. Setahu saya, yang masih setor ke dia ya itu-itu saja,” kata sumber tersebut.
Perkembangan kasus ini menjadi perhatian. Masyarakat menantikan kejelasan dan langkah tegas aparat penegak hukum terhadap sosok yang disebut-sebut sebagai cukong timah ternama di Kecamatan Parittiga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Liku belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya.
Sementara orang dalam yang dipanggil Ibu Desi, saat dikomfirmasi Tim Radak pada Senin (26/1/2026) sore untuk mendapatkan klarifikasi terkait informasi bahwa dirinya yang menjadi penghubung dengan para kolektor tersebut, tidak berani menjawab konfirmasi.
Hingga berita ini diterbitkan, Ibu Desi belum merespon konfirmasi Tim Radak Babel. (RADAK)












