Berita

Ketika Bupati Borong UMKM dan Sekda Bicara Kemanusiaan: Korpri 54 Jadi Wajah Baru Pemerintahan Humanis

41
×

Ketika Bupati Borong UMKM dan Sekda Bicara Kemanusiaan: Korpri 54 Jadi Wajah Baru Pemerintahan Humanis

Sebarkan artikel ini

MENTOK, Berita5.co.id  — Pagi itu, Jumat (05/12/2025) pukul 06.00 WIB, ketika matahari masih malu-malu muncul dari balik garis laut dan rumput Lapangan Parkir Timur Kantor Bupati Bangka Barat masih basah oleh embun, ratusan orang berkumpul dalam satu titik yang sama.

Mereka datang tanpa komando khusus para ASN, masyarakat, anak-anak sekolah, hingga pedagang UMKM semuanya larut dalam arus kebersamaan yang jarang terlihat dalam rutinitas keseharian.

Kegiatan jalan sehat memperingati HUT Korpri ke-54 itu tampak sederhana pada permukaan, namun pagi itu ia menjelma menjadi panggung besar yang menampilkan wajah baru pemerintahan lebih dekat, lebih merangkul, dan lebih hadir untuk rakyatnya.

Di antara kerumunan yang penuh antusias, Bupati Bangka Barat Markus, S.H berdiri tidak di atas panggung tinggi, melainkan setara dengan mereka yang hadir.

Kabut tipis menyelimuti bahunya, sementara mikrofon kecil di tangannya tampak seperti simbol yang menegaskan bahwa pagi itu bukan untuk pidato, melainkan untuk kebersamaan.

“Hari ini kita membuka jalan sehat Korpri. Semoga berjalan baik dan lancar,” ucap Markus, tenang namun penuh energi.

Kemudian ia menambahkan kalimat yang membuat banyak kepala mengangguk, banyak hati terasa disentuh.

“Kebersamaan yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk Korpri, tapi untuk menjaga silaturahmi dan kesehatan jiwa kita sebagai satu keluarga besar Bangka Barat.”

Di balik kesederhanaan ucapannya, terasa sebuah pola kepemimpinan yang ingin membangun hubungan emosional dengan rakyat bukan sekadar administratif.

Sebuah pola yang memperlihatkan seorang bupati yang tidak hanya memimpin dari podium, tetapi dari barisan langkah-langkah rakyatnya.

Ketika aba-aba diberikan, massa bergerak seperti aliran sungai yang jernih. Suasana berubah menuju harmoni tawa peserta, dengung langkah kaki, suara anak-anak yang riang memegang balon bertuliskan “Korpri 54”, serta obrolan ringan antarpegawai yang biasanya terjebak pada keseriusan meja kantor.

Bagi sebagian orang, ini hanyalah jalan sehat.

Tetapi pagi itu, jalan sehat menjadi ruang ekspresi bahwa pemerintah dan rakyat bisa berjalan pada ritme yang sama seiring, setara, dan tanpa jarak.

Seorang ibu rumah tangga bernama Yulita bahkan berucap lirih sambil menggandeng putrinya.

“Hari ini beda, rasanya seperti semua orang ingin saling menyapa. Pemerintahnya juga terasa lebih dekat.”

Kata-katanya sederhana, namun menjadi testimoni nyata bagaimana acara kecil dapat menciptakan rasa besar kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

Usai garis finish dilewati, Bupati Markus tidak kembali ke mobil dinas, tidak kembali ke kantor.

Ia justru melangkah ke deretan stand UMKM bagian acara yang sering menjadi pelengkap, tetapi hari itu dibuat menjadi sorotan utama.

Ia tidak sekadar melihat, ia membeli. Ia tidak sekadar mengunjungi, ia berinteraksi.

Keripik, minuman herbal, kerajinan tangan semua diborong dengan gestur tulus yang membuat para pedagang seperti mendapatkan suntikan harapan baru.

Surianti, salah satu pedagang, berkata dengan suara bergetar.

“Dagangan cepat habis… Terus terang ini jarang terjadi. Pemerintah hari ini benar-benar memperhatikan kami.”

Markus tersenyum saat ditanya soal dukungannya terhadap UMKM.

“UMKM adalah nadi ekonomi kita. Kalau Bangka Barat ingin kuat, maka UMKM harus hidup.” Jelas Markus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!