Berita

Kejati Dituding Tebang Pilih, Kok Hanya Herman Fu Jadi Tersangka?: Pemilik 50 PC Masih Bebas Tertawa

548
×

Kejati Dituding Tebang Pilih, Kok Hanya Herman Fu Jadi Tersangka?: Pemilik 50 PC Masih Bebas Tertawa

Sebarkan artikel ini

1 unit milik Dennis

Total: 50 unit ekskavator.

Jika benar data ini valid dan telah dikantongi aparat, publik mempertanyakan, mengapa baru satu kelompok yang diproses hukum, sementara nama-nama lain belum terdengar dipanggil atau diperiksa secara terbuka?

Nama “Toyo” Masih Misteri

Di tengah pusaran kasus ini, satu nama yang kerap disebut-sebut di lapangan adalah “Toyo”.

Namun hingga kini, sosok tersebut masih menjadi misteri.

Tidak ada keterangan resmi, tidak ada klarifikasi, dan belum ada penetapan status hukum.

“Hilang tanpa kejelasan kemarin nama toyo ini sempat viral karena di sebut sebut memiliki sejumlah alat berat. Namun kenyataan di lapangan nama Toyo ini menghilang atau senagaja di hilangkan,”ujarnya.

Padahal, dalam praktik pertambangan skala besar yang melibatkan puluhan alat berat, mustahil operasi berjalan tanpa struktur pengendali yang jelas.

Apalagi jika aktivitas tersebut berlangsung cukup lama dan melibatkan logistik, bahan bakar, hingga distribusi hasil tambang.

Masyarakat Desak Transparansi Kejati Babel

Masyarakat di Bangka Belitung mendesak Kejati Babel untuk membuka secara transparan perkembangan perkara ini.

Mereka menilai, jika benar ada 50 unit alat berat yang beroperasi, maka jejaring aktor di belakangnya tidak mungkin hanya satu kelompok.

“Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kalau alatnya 50, masa pemainnya cuma satu dua orang?” ujar Ardi

Lebih jauh, sorotan juga tertuju pada dugaan satu unit alat berat yang disebut-sebut milik oknum aparat.

Jika benar, maka penanganannya harus dilakukan secara profesional dan terbuka demi menjaga marwah penegakan hukum.

Ujian Besar Penegakan Hukum di Babel

Kasus 50 ekskavator ini bukan sekadar perkara tambang ilegal. Ini adalah ujian integritas bagi aparat penegak hukum di Bangka Belitung.

Publik menunggu, apakah Kejati Babel akan menelusuri alur kepemilikan, aliran dana, dan struktur pengendali secara menyeluruh  atau berhenti pada tersangka yang sudah diumumkan. (b5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!