MENTOK, Berita5.co.id – Siang itu, Selasa (19/8/2025), halaman depan Mapolres Bangka Barat berubah menjadi pusat perhatian.
Tenda sederhana telah dipasang untuk melindungi para jurnalis dari teriknya matahari.
Kursi-kursi disusun rapi, sementara di meja panjang berlapis kain hitam tampak jelas sebilah pisau bergagang kayu dan sebuah handuk merah-biru bertuliskan Barcelona.
Dua barang itu menjadi saksi bisu peristiwa berdarah yang mengguncang Kampung Sidorejo, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok.
Beberapa menit sebelum acara dimulai, suasana dipenuhi riuh rendah suara wartawan yang saling bertukar informasi.
Kamera-kamera video disiapkan, mikrofon diarahkan, dan gawai dalam genggaman para reporter siap merekam setiap kata yang keluar dari mulut pejabat kepolisian.
Tepat pukul 09.30 WIB, Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., M.H., muncul bersama jajaran utama Satreskrim.
Dengan langkah tegap, ia duduk di kursi tengah, menatap barisan jurnalis yang sudah tak sabar mendengar penjelasan.
Dengan suara tegas, Kapolres memulai penjelasannya.
“Rekan-rekan media yang saya hormati, hari ini kami akan menyampaikan pengungkapan kasus tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia,” ujarnya.
Ia kemudian memaparkan kronologi. Pada Sabtu, 16 Agustus 2025, sekitar pukul 18.30 WIB, korban Heri alias Bokir (53) yang tengah duduk di teras kontrakannya, terlibat pertengkaran dengan pelaku Jumadi (49).
Pertengkaran itu bukan hal baru, melainkan akumulasi dari rasa sakit hati yang selama ini terpendam.
“Pelaku mengaku sering dihina oleh korban. Malam itu, ketika emosi tak terbendung, ia masuk ke dalam kontrakan, mengambil sebilah pisau, lalu menusuk korban sebanyak empat kali. Korban jatuh tersungkur bersimbah darah di hadapan warga,” jelas Kapolres.
Korban segera dibawa ke RSUD Sejiran Setason.
Namun, luka yang diderita terlalu parah.
“Pada Senin dini hari, 18 Agustus 2025 pukul 02.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,” lanjutnya.
Suasana konferensi sejenak hening.
Beberapa wartawan tampak berhenti menulis, mengangkat kepala, seakan membayangkan detik-detik mencekam saat pisau itu menghujam tubuh korban.
Tak berhenti di situ, Kapolres melanjutkan bahwa setelah penusukan, pelaku langsung melarikan diri.
Ia sempat berpindah dari Mentok menuju Kecamatan Belinyu, bahkan ke Pangkalpinang.












