Berita

Jurus Jitu Kades Teluk Limau Jemaun “Julok” Dana Pusat Rp7,8 Miliar, Kampung Nelayan Merah Putih Akhirnya Terbangun

×

Jurus Jitu Kades Teluk Limau Jemaun “Julok” Dana Pusat Rp7,8 Miliar, Kampung Nelayan Merah Putih Akhirnya Terbangun

Sebarkan artikel ini

MENTOK, BERITA5.CO.ID — Membangun desa tidak selalu harus menunggu besarnya APBDes. Bagi Kepala Desa Teluk Limau, Jemaun, kuncinya adalah berani bermimpi, rajin membuka akses, dan tidak berhenti memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Empat tahun memimpin Desa Teluk Limau, Kabupaten Bangka Barat, Jemaun membuktikan bahwa sebuah desa pesisir juga bisa “menjulok” anggaran pemerintah pusat untuk menghadirkan pembangunan berskala besar.

Hasilnya cukup fantastis. Desa Teluk Limau berhasil mendapatkan dukungan anggaran sekitar Rp7,8 miliar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Anggaran tersebut diperoleh setelah proposal yang diajukan pemerintah desa melewati proses verifikasi dan penilaian. Bagi Jemaun, keberhasilan itu bukan sekadar pencapaian pemerintah desa, tetapi merupakan kesempatan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

“Alhamdulillah, ini rezeki untuk nelayan Teluk Limau,” ujar Jemaun saat ditemui di Kantor Desa Teluk Limau, Rabu (16/9/2026).

Bukan Sekadar Kampung Nelayan

KNMP yang mulai direalisasikan sejak Agustus 2026 itu dirancang bukan hanya sebagai kawasan tambatan perahu.

Berdasarkan site plan, pembangunan tersebut mencakup sejumlah fasilitas penunjang aktivitas nelayan, mulai dari tambatan perahu, tempat pendaratan ikan, gudang beku portable, pabrik es portable, kios perbekalan nelayan, kantor pengelola, tangki air dan sumur, penerangan kawasan, genset, docking kapal hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Pembangunan dikerjakan oleh PT Sahabat Grup Nusantara Mandiri. Jika seluruh fasilitas berjalan optimal, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas nelayan yang lebih tertata, sekaligus membantu memperkuat rantai usaha perikanan dari proses melaut hingga penanganan hasil tangkapan.

Bagi desa pesisir seperti Teluk Limau, fasilitas tersebut memiliki arti penting. Nelayan tidak hanya membutuhkan akses ke laut, tetapi juga membutuhkan infrastruktur pendukung agar hasil tangkapan dapat ditangani dan dipasarkan dengan lebih baik.

Teluk Limau Punya Dua Program Unggulan

Yang membuat Teluk Limau semakin menarik, desa ini sebelumnya juga telah memiliki Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kini, dengan hadirnya KNMP, Teluk Limau memiliki dua infrastruktur yang menjadi bagian dari program unggulan pemerintah pusat, yakni koperasi dan kawasan kampung nelayan.

Kondisi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jemaun. Ia melihat keberadaan kedua program itu bukan sebagai simbol pembangunan semata, melainkan peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.

“Alhamdulillah, kita bersyukur. Mudah-mudahan seluruh fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para nelayan,” katanya.

Perjuangan Mendapatkan Lahan Satu Hektare

Namun, mendapatkan anggaran Rp7,8 miliar ternyata bukan perkara mudah.

Ada satu persoalan besar yang sempat membuat Jemaun pesimis: ketersediaan lahan minimal satu hektare sebagai salah satu kebutuhan pembangunan KNMP.

Sebagai desa pesisir yang telah cukup padat, menyediakan lahan seluas itu bukan pekerjaan sederhana.

“Saya tahu lokasi itu kecil. Waktu rapat dibilang satu hektare harus disiapkan. Saya bingung, dari mana desa dapat lahan satu hektare,” kenangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!