Berita

Juara atau Mundur: Narasi Kepemimpinan H. Yus Derahman dan Panggung Kebangkitan Sepak Bola Bangka Barat

82
×

Juara atau Mundur: Narasi Kepemimpinan H. Yus Derahman dan Panggung Kebangkitan Sepak Bola Bangka Barat

Sebarkan artikel ini

Di dunia olahraga, target juara sering terdengar seperti slogan. Namun Yus Derahman mencoba memberi makna yang lebih keras pada kata tersebut.

Ia bahkan menyampaikan sebuah pernyataan yang langsung menarik perhatian para peserta rapat.

“Pasti tercapai. Kalau tidak tercapai? Pertama mengundur diri. Kedua, tidak sukses,” katanya.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika olahraga.

Ia juga mencerminkan gaya komunikasi politik yang ingin menunjukkan keberanian mengambil risiko.

Dalam ruang rapat itu, kata “mundur” terdengar seperti bentuk dramatisasi komitmen. Sebuah cara untuk menunjukkan bahwa target juara bukan sekadar janji, tetapi taruhan moral.

Bagi pengamat olahraga daerah, pernyataan tersebut sekaligus menjadi panggung pencitraan kepemimpinan.

Menampilkan figur pemimpin yang tegas, berani menetapkan target dan siap menanggung konsekuensi.

Namun di balik panggung retorika itu, sepak bola memang memiliki kekuatan simbolik yang besar di Bangka Barat.

Di banyak desa, pertandingan sepak bola mampu mengumpulkan ratusan bahkan ribuan penonton.

Sorak-sorai masyarakat di pinggir lapangan sering kali menjadi gambaran kecil tentang bagaimana olahraga menyatukan identitas daerah.

Karena itu, ketika pemerintah daerah berbicara tentang sepak bola, yang sedang dibangun bukan hanya tim olahraga tetapi juga rasa kebanggaan kolektif.

Rapat kerja PSSI Bangka Barat di Hotel Yasmin Star Mentok akhirnya menjadi lebih dari sekadar forum organisasi.

Ia berubah menjadi panggung narasi.

Narasi tentang kebangkitan sepak bola Bangka Barat.

Narasi tentang generasi muda yang harus dibina dari desa-desa.

Dan tentu saja, narasi tentang kepemimpinan yang ingin hadir di tengah mimpi masyarakat.

Di lapangan-lapangan desa Bangka Barat, anak-anak masih berlari mengejar bola hingga senja turun.

Mungkin mereka belum pernah mendengar tentang strategi pembangunan olahraga daerah.

Mungkin mereka tidak tahu tentang rapat kerja organisasi.

Tetapi dari sanalah, seperti yang dikatakan Yus Derahman, mimpi besar itu sebenarnya sedang tumbuh.

Di ruang rapat yang tenang di Hotel Yasmin Star Mentok, mimpi-mimpi itu kini sedang dirangkai menjadi sebuah cerita besar yaitu cerita tentang ambisi menjadikan Bangka Barat sebagai kekuatan baru sepak bola di Bangka Belitung. (b5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *