BangkaEdukasiLingkunganLokalNewsOrganisasi

Hijaukan Pesisir, Selamatkan Masa Depan: Dari Pantai Batu Ampar, Kaum Muda Babel Memulai Gerakan Perubahan

49
×

Hijaukan Pesisir, Selamatkan Masa Depan: Dari Pantai Batu Ampar, Kaum Muda Babel Memulai Gerakan Perubahan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

BANGKA, Berita5.co.id – Langkah-langkah kaki para pemuda menyusuri pesisir Pantai Batu Ampar, Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Minggu (28/6/2026), tidak sekadar meninggalkan jejak di atas pasir. Di tangan mereka, bibit-bibit mangrove ditanam dengan harapan mampu menjadi benteng alami yang menjaga garis pantai Bangka Belitung dari ancaman abrasi sekaligus menjadi simbol lahirnya gerakan lingkungan yang dipelopori generasi muda.

Suasana itu menjadi bagian dari Dialog Kaum Muda untuk Lingkungan Lestari yang mengangkat tema “Selamatkan Laut Babel dari Plastik, Hijaukan Pesisir”. Kegiatan hasil kolaborasi Green Leadership Indonesia, KOPASSAS Babel dan Green Hikers UNIPER tersebut tidak hanya menghadirkan ruang diskusi mengenai persoalan lingkungan, tetapi juga mengajak peserta turun langsung melakukan aksi nyata melalui penanaman mangrove.

Di tengah meningkatnya ancaman kerusakan pesisir akibat sampah plastik, abrasi dan perubahan iklim, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap individu.

Alumni Green Leadership Indonesia Batch 4, Ahmad Juliyanta, mengatakan dialog tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap masa depan lingkungan di Bangka Belitung.

“Dialog Kaum Muda untuk Lingkungan Lestari ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kepedulian generasi muda di Bangka Belitung. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan diskusi mengenai isu lingkungan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata berupa penanaman mangrove,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, generasi muda harus tampil sebagai pelopor pembangunan yang berkelanjutan. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak boleh berhenti pada kampanye di media sosial atau diskusi semata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi langsung yang memberi dampak bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama BPDAS Baturusa Cerucuk yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!