BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Ribuan pasang mata menjadi saksi kemeriahan Festival Perang Ketupat Tempilang 2026 yang digelar di Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (8/2/2026). Tradisi tahunan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ini kembali menegaskan identitas kultural masyarakat pesisir menjelang bulan suci Ramadan.
Hadir mewakili Gubernur Hidayat Arsani, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Babel, Widya Kemala Sari, membuka secara resmi kegiatan yang dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh adat, dan masyarakat luas tersebut.
Dalam sambutannya, Widya menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi ini sebagai aset wisata budaya unggulan.
Meskipun terdapat penyesuaian anggaran akibat efisiensi, Pemprov tetap mengalokasikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk memastikan roda tradisi tetap berputar. “Ini adalah bentuk komitmen kami agar nilai-nilai luhur di Tempilang tidak tergerus zaman,” ujar Widya.
Kabar baik bagi dunia kebudayaan Babel turut disampaikan dalam forum tersebut. Widya mengungkapkan rencana strategis pembentukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) mandiri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2026.
Selama ini, urusan pelestarian budaya Babel masih bernaung di bawah BPK Provinsi Jambi.
”Dengan adanya BPK sendiri di Babel, proses pencatatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan daerah akan menjadi lebih cepat, mudah, dan lebih dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Festival ini bukan sekadar atraksi, melainkan ritual yang sarat makna spiritual dan sosial. Rangkaian acara dimulai dengan tari tradisional dan doa bersama, yang kemudian memuncak pada prosesi Perang Ketupat.
Festival yang dilaksanakan setiap bulan Syakban (Ruah) ini diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap menjadi magnet pariwisata berbasis kearifan lokal yang mendunia. (*/B5)












