Penulis: Belva Al Akhab dan Satrio
MENTOK, Berita5.co.id— Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fachriansyah, S.Ip., M.Si., menegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi sumbu utama pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di berbagai desa dan kawasan wisata di kabupaten ini.
Dalam wawancara di ruang kerjanya pada Senin, 2 Februari 2026, Fachriansyah menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kinerja pariwisata melalui inovasi, kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi destinasi guna menjadikan Bangka Barat sebagai tujuan wisata kompetitif di tingkat regional dan nasional.
“PAD merupakan salah satu tulang punggung APBD Kabupaten Bangka Barat. Karena itu, sektor pariwisata harus terus dikelola secara profesional dan produktif,” tegasnya.
Bangka Barat memiliki sejumlah destinasi yang kini menjadi titik strategi peningkatan kontribusi PAD. Di antaranya adalah Pesanggrahan Menumbing, Pantai Batu Rakit dan Bozem Teluk Rubiah serta fasilitas penginapan milik daerah seperti Bungalow Batu rakit yang menjadi titik fokus revitalisasi layanan wisata.
Selain itu, pemerintah daerah tengah menyelesaikan kebijakan penerapan retribusi wisata di kawasan Bozem Teluk Rubiah mulai 2026 sebagai bagian dari perbaikan sistem pemasukan daerah sekaligus dana pemeliharaan fasilitas wisata. Kebijakan ini diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang bisa diakses di situs resmi terpadu pemerintah daerah.
Fachriansyah mendorong penerapan event-based tourism, yaitu penyelenggaraan kegiatan berskala kecil hingga menengah di kawasan wisata. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi non-anggaran bersama swasta, komunitas lokal dan kelompok masyarakat untuk menciptakan atraksi kreatif sekaligus meningkatkan volume kunjungan wisatawan.
“Setiap kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata akan membawa dampak berantai seperti pengunjung meningkat, UMKM bergerak, retribusi optimal dan PAD daerah ikut meningkat,” jelasnya.
Strategi ini selaras dengan kajian akademik yang menunjukkan bahwa desa wisata dan kegiatan berbasis komunitas mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian lokal, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat desa. Penelitian semacam ini dapat dibaca melalui jurnal Journal of Applied Science in Tourism Destination yang memaparkan dampak pariwisata terhadap ekonomi dan budaya masyarakat di Desa Wisata Kenderan.
Dalam era digital, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat kini semakin agresif memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperkuat branding destinasi wisata Bangka Barat. Konten visual destinasi, kisah budaya, hingga aktivitas pariwisata dipromosikan secara sistematis untuk menarik minat wisatawan dari luar daerah maupun luar negeri.
Kajian akademik menunjukkan bahwa kualitas promosi melalui media sosial dan electronic word-of-mouth (e-WOM) dapat memperkuat kesadaran merek destinasi, sebuah indikator penting untuk menarik kunjungan wisatawan lebih luas. Penelitian semacam itu tersedia secara online di jurnal Jurnal Ilmu Manajemen Advantage.












