Mendapati pertanyaan demikian, Ustad Dede menyampaikan terima kasihnya atas kesempatan mengingatkan publik tentang kiprah seniornya. Ustad Dede mengemukakan tentang peran KH Abdurrahman Wahid di saat menjadi Presiden RI.
“Mungkin Bapak/Ibu punya ingatan sejarah dengan Indonesia, bahwa ada Presiden Indonesia yang paling dikenal tentang pluralismenya, Gus Dur. Dengan keberadaan Gus Dur, bahkan pada waktu itu ada satu pemahaman sampai disahkan di Indonesia, bahkan dijadikan hari besar nasional. Saking beliau sangat menghargai terkait dengan perbedaan dan pluralisme,” kata Ustad Dede.
“Beliau (Almarhum Gus Dur) itu senior saya di Al Azhar, dan kami sama-sama alumni Al Azhar, satu kiblat dalam pemahaman. Jadi, jangan pernah khawatirkan kalau ustad suatu hari nanti menjadi pemimpin, insya Allah paham tentang arti pluralisme,” tambah Ustad Dede.
Jawaban berkelas dan brilian dari Ustad Dede ini disambut aplaus penonton debat di malam itu. (*/b5)












