Berita

Disebut-Sebut Binaan Satgas, Jual Beli Timah Illehgal Ergus Kebal Hukum, APH Tak Berani Sentuh Ergus?

175
×

Disebut-Sebut Binaan Satgas, Jual Beli Timah Illehgal Ergus Kebal Hukum, APH Tak Berani Sentuh Ergus?

Sebarkan artikel ini

Penulis: RadakBabel

LAMPUR, Berita5.co.id – Di Desa Lampur, Kecamatan Sungai Selan, aktivitas jual beli pasir timah berlangsung nyaris tanpa jeda.

Bukan di lokasi tersembunyi, bukan pula dengan pola sembunyi-sembunyi, justru terjadi terang-terangan di sebuah rumah warga yang diduga milik pengepul bernama Ergus.

Ironisnya, hingga kini belum tersentuh tindakan hukum.

Informasi di lapangan menyebutkan bahwa Ergus adalah binaan oknum Satgas yang seharusnya loyal terhadap tugas yang diberikan Presiden Prabowo.

Ditugaskan untuk menertibkab para aktor pelaku tambang dan kolektot pasir timah illegal, kenyataan justru dibiarkan jual beli secara terang-terangan.

Satagas satgas.. untuk apa sebenarnya ditugaskan di Babel ini?

Pantauan di lapangan memperlihatkan puluhan sepeda motor keluar-masuk halaman rumah tersebut.

Para pengendara membawa karung berisi hasil tambang, lalu bergantian masuk untuk menimbang dan menjual pasir timah.

Halaman hingga teras rumah dipenuhi kendaraan, menciptakan gambaran jelas bahwa transaksi berlangsung dalam skala besar dan intens.

Rumah itu kini bukan lagi sekadar tempat tinggal. Ia telah menjelma menjadi simpul transaksi—“pos” yang menghubungkan penambang kecil dengan rantai distribusi yang lebih luas.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut praktik ini sudah berlangsung lama dan menjadi rutinitas yang dianggap biasa.

“Sudah lama itu, Pak. Orang antar timah ke situ tiap hari. Tidak pernah ada penertiban,” ujarnya.

Rumah Ergus di Lampur Disulap Jadi “Pos Transaksi” Timah, Motor Hilir Mudik Tanpa Henti Antar Pasir Timah

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasokan timah berasal dari wilayah sekitar Lampur.

Namun aktivitas ini diduga tidak berdiri sendiri. Ergus disebut memiliki jaringan kolektor di desa lain, bahkan diduga berada di bawah kendali sosok bernama Roni, warga Kerantai, Bangka Tengah, yang disebut-sebut sebagai pengendali distribusi.

Jika benar, maka rumah Ergus hanyalah satu titik dari jaringan yang lebih besar—terstruktur, rapi, dan berjalan stabil.

Namun yang menjadi sorotan utama bukan hanya aktivitasnya, melainkan ketiadaan penindakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *