Berita

Dipukul Saat Meliput: Luka Jurnalis Tragedi Gudang PT PMM Kian Parah, Kini Dirawat di Palembang

480
×

Dipukul Saat Meliput: Luka Jurnalis Tragedi Gudang PT PMM Kian Parah, Kini Dirawat di Palembang

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, Berita5.co.id — Tiga hari setelah tubuhnya dipenuhi luka akibat pengeroyokan, rasa sakit yang dialami jurnalis Frendy Primadana yang akrab disapa Dana justru semakin menjadi.

Kamis pagi itu, tubuhnya kembali terbaring di ranjang rumah sakit di Palembang.

Hidung yang patah dan luka pada mata membuatnya harus kembali menjalani perawatan intensif.

Bagi keluarganya, ini bukan sekadar soal luka fisik. Ini adalah pengingat bahwa pekerjaan seorang jurnalis—yang seharusnya dilindungi oleh hukum—masih bisa berujung pada kekerasan brutal.

“Baru saja dibawa lagi ke rumah sakit Palembang. Sebelumnya kan sempat di rumah sakit Bangka, cuma diperiksa dan dikasih obat. Mungkin sekarang lukanya baru terasa semakin parah,” ujar Dinda, istri Frendy, dengan nada cemas, Kamis (12/3/2026).

Perjalanan luka itu dimulai dari sebuah gudang di pinggir Jalan Lintas Timur Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka.

Di lokasi itulah, sejumlah jurnalis mendatangi area operasional PT Putra Mineral Mandiri (PMM) untuk melakukan peliputan.

Namun apa yang seharusnya menjadi aktivitas jurnalistik biasa berubah menjadi peristiwa kekerasan.

Peliputan yang Berubah Menjadi Pengeroyokan

Hari itu, beberapa wartawan datang ke lokasi untuk mencari informasi.

Mereka adalah Frendy Primadana, kontributor televisi nasional, Dedy Wahyudi dari BabelFaktual.com, dan Wahyu Kurniawan dari Suarapos.com.
Alih-alih mendapat penjelasan, mereka justru dihadang.

Menurut keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, situasi di lokasi dengan cepat berubah menjadi tegang.

Para wartawan disebut mendapat intimidasi. Bahkan ada upaya merekam video untuk melarang mereka melakukan peliputan.

Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi kekerasan fisik.
Dana dan Dedy menjadi sasaran pengeroyokan. Pukulan menghantam wajah, tubuh, dan kepala.

Dana mengalami luka berat, hidung patah dan cedera serius pada mata. Sementara Dedy mengalami luka lebam di wajah.
Di tengah situasi itu, ancaman juga dilontarkan.

Para pelaku disebut tidak hanya memukul, tetapi juga mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap para jurnalis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *