Berita

Di Bangka Barat, Ayat-ayat Itu Sedang Berkembang Menjadi Peradaban Baru

78
×

Di Bangka Barat, Ayat-ayat Itu Sedang Berkembang Menjadi Peradaban Baru

Sebarkan artikel ini

MENTOK, Berita5.co.id — Waktu belum benar-benar menjadi siang. Jam di layar kamera menunjukkan 08:00. Tapi di dalam venue MTQH XIV Babel 2025 kategori Hifzhil Qur’an, ada getaran yang tidak bisa didefinisikan oleh jam.

Dekor panggung memantul bagai dinding Kiswa mini yang dibentangkan ke tanah: hijau tua, hijau zamrud, dan pola-pola arabesque yang dipotong seperti jendela masjid Andalusia.

Di bawahnya, puluhan pot tanaman hias disusun rapi. Tidak ada dekor lebay. Semua tertata seperti taman rohani yang sedang dipersiapkan untuk “menyambut ayat”.

Lalu seorang anak kecil duduk. Meja putih, mic tegak, mushaf terbuka. Di titik inilah, suara dunia luar hilang.

Muhammad Yasir Mustafa, pembina, saksi, sekaligus penjaga ruh venue ini berbicara sangat jernih:

“Kalau dia sudah cinta Al-Qur’an dari kecil, insya Allah generasi kita akan cemerlang.”

Ini bukan kalimat indah biasa.
Ini adalah koreksi diam.

Sebab selama ini, di banyak daerah anak-anak kekinian dipaksa mendengarkan motivator. Padahal inspirasi terbesar bangsa ini pernah lahir dari ayat.

Di ruangan ini, inspirasi itu muncul kembali dari anak-anak kecil yang bahkan belum punya kartu ATM.

Ketika banyak orang dewasa sibuk scrolling aplikasi perang opini, anak-anak ini mengikat hafalan di saat-saat bumi paling sunyi.

Sebagian menghafal di dapur rumah, di antara suara air disaring dari teko aluminium.
Sebagian mengulang ayat sambil berjalan kaki menuju madrasah.
Sebagian bahkan menghafal tanpa sadar bahwa “ini akan dipertandingkan”.

Yasir berkata lagi:

“Niatnya bukan sekadar juara, tapi untuk diapalkan. Al-Qur’an itu obat. Termasuk obat orang galau.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!