Berita

Dari Piring Ikan hingga Lembar Buku, Ia Menenun Generasi yang Sehat dan Berpengetahuan Bangka Barat

72
×

Dari Piring Ikan hingga Lembar Buku, Ia Menenun Generasi yang Sehat dan Berpengetahuan Bangka Barat

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio 

MENTOK, Berita5.co.id — Ada yang berubah di ruang yang biasanya hanya melahirkan formalitas. Hari itu, ketika Noni Hidayat Arsani mengukuhkan Evi Astura sebagai Bunda Literasi sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Bangka Barat, suasana tidak lagi sekadar administratif. Ia menjelma menjadi semacam deklarasi bahwa masa depan tidak bisa terus ditunda dan perubahan harus dimulai dari hal paling mendasar yaitu apa yang dimakan dan apa yang dibaca.

 

Di tengah seremoni itu, Bupati Bangka Barat, Markus, berdiri sebagai suara yang membongkar paradoks lama yang terlalu sering dianggap biasa.

 

“Ini dapat menjadi motivasi dalam memberikan pemahaman pentingnya membudayakan makan ikan sebagai daerah kepulauan,” kata Markus.

 

Namun kalimat itu tidak berdiri sendiri. Ia seperti pintu yang membuka kegelisahan yang lebih dalam tentang daerah yang kaya laut, tetapi belum sepenuhnya kenyang oleh hasilnya sendiri.

 

“Sangat miris, karena ikan menjadi primadona masyarakat kita, sehingga perlu membuat tempat pelelangan ikan. Sehingga diharapkan harga ikan lebih murah kita dapatkan,” katanya.

 

Kata miris itu menggantung di udara, seperti pengakuan yang lama tertunda. Di tanah yang dikelilingi laut, ikan seharusnya menjadi hak, bukan kemewahan. Di titik itulah, peran Evi Astura menemukan relevansinya yang paling konkret.

 

Ia tidak sekadar dilantik. Ia ditempatkan di garis depan dua pertempuran melawan rendahnya konsumsi gizi dan melawan kemiskinan literasi.

 

Markus menegaskan, pengukuhan itu bukan sekadar seremoni yang selesai bersama tepuk tangan.

 

“Pengukuhan bunda literasi dan Forinka hal ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam dalam memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujar Markus.

 

Kalimat itu menjadi semacam fondasi berpikir baru bahwa pembangunan tidak lagi cukup diukur dari beton dan jalan, tetapi dari kualitas manusia yang tumbuh di atasnya.

 

“Literasi sebagai pondasi pengetahuan serta konsumsi ikan sumber gizi berkualitas, merupakan dua pilar strategis dalam membentuk masyarakat yang sehat, cerdas dan produktif,” katanya.

 

Dua pilar itu yaitu ikan dan literasi di tangan Evi Astura, berubah menjadi lebih dari sekadar program. Ia menjadi gerakan. Sebuah upaya perlahan untuk mengubah kebiasaan, yang sering kali lebih sulit daripada membangun infrastruktur.

 

Di tengah dunia yang semakin riuh oleh informasi, Markus melihat ancaman lain yaitu masyarakat yang terpapar banyak hal, tetapi tidak selalu memahami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!