TEMPILANG, Berita5.co.id — Laut Tempilang yang biasanya hanya riuh oleh deru mesin Ponton Isap Produksi (PIP), Selasa sore itu berubah mencekam.
Di atas Ponton Rajuk milik Yudi, amarah meledak, darah tumpah, dan nyawa seorang pekerja nyaris melayang, hanya gara-gara piring kotor.
Sekitar pukul 16.00 WIB, suasana kerja di ponton mendadak panas.
Yosep, seorang pekerja, menegur rekan kerjanya, Don (D), karena piring bekas makan dibiarkan menumpuk tanpa dicuci.
Teguran yang seharusnya sepele itu justru memantik cekcok sengit di ruang sempit ponton yang terapung di tengah laut.
Tak ada yang menyangka, adu mulut itu berubah menjadi aksi brutal.
Dalam kondisi emosi tak terkendali, Don diduga mengambil sebilah pisau dapur, alat yang biasa digunakan untuk mengiris bumbu masakan awak ponton.
Tanpa banyak kata, pisau itu diarahkan ke leher Yosep.
Tikaman itu membuat korban tersungkur bersimbah darah di atas ponton.
Rekan-rekan kerja yang menyaksikan kejadian itu langsung panik.
Beberapa buru-buru melerai dan menghentikan pelaku sebelum situasi berubah lebih kacau.
Yosep yang mengalami luka serius segera dievakuasi oleh pemilik ponton ke Puskesmas Tempilang, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Pangkalpinang demi menyelamatkan nyawanya.












