“Digitalisasi keuangan adalah kenyataan yang tidak bisa kita hindari. ibu-ibu sebagai pengelola keuangan keluarga perlu memahami cara bertransaksi yang aman, bijak, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan serta mendukung gerakan Bangka Barat go digital menuju ekonomi yang lebih inklusif,” katanya.
Melalui seminar ini diharapkan lebih meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan TP PKK untuk kemudian dapat mentransformasi pengetahuannya kepada seluruh elemen masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian.
Kerja sama dengan Bank Indonesia ini adalah langkah strategis. bi tidak hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga mendorong literasi keuangan masyarakat, termasuk pengenalan qris, sistem pembayaran non-tunai, dan manajemen keuangan yang modern dan transparan,” ujarnya.
“Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mendukung penguatan literasi digital keuangan hingga ke tingkat desa, agar tidak ada warga yang tertinggal dalam era ekonomi digital,” sambungnya. (*/b5)












