Berita

Bangka dalam Kondisi Siaga Karhutla, Damkar Berjibaku Padamkan Api di Tengah Keterbatasan Armada

×

Bangka dalam Kondisi Siaga Karhutla, Damkar Berjibaku Padamkan Api di Tengah Keterbatasan Armada

Sebarkan artikel ini

Penulis: syarif
SUNGAILIAT, Berita5.co.id — Musim kemarau panjang mulai menunjukkan wajah lain di Kabupaten Bangka.

Bukan sekadar tanah yang mengering dan semak yang menguning, tetapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin sering terjadi di berbagai wilayah.

Pemerintah Kabupaten Bangka pun menetapkan daerah ini dalam kondisi siaga Karhutla. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Sejak kemarau melanda, jumlah titik kebakaran meningkat tajam dibandingkan musim sebelumnya.

Data yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Bangka mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 sedikitnya 300 hektare lahan terbakar yang tersebar di lebih dari 200 titik.

Angka tersebut menggambarkan betapa beratnya pekerjaan petugas pemadam kebakaran dalam beberapa bulan terakhir.

Plh Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, mengatakan situasi paling berat terjadi ketika kemarau mulai berkepanjangan.

Hampir setiap hari laporan kebakaran masuk dan membuat petugas harus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

“Setiap hari kita menerima laporan kebakaran. Bahkan bisa sampai 10 laporan terkait Karhutla,” kata Suherman saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).

Bagi petugas Damkar, satu laporan belum tentu berarti satu titik pekerjaan. Api yang terlihat kecil di permukaan bisa dengan cepat menjalar melalui semak dan lahan kering, terutama ketika angin bertiup kencang. Kondisi itu bahkan nyaris mengancam objek vital.

Di Desa Air Anyir, kobaran api yang membakar semak dan lahan disebut nyaris merembet ke kawasan PLTU.

Peristiwa tersebut menjadi peringatan bahwa Karhutla bukan lagi sekadar persoalan lahan kosong, tetapi dapat mengancam fasilitas strategis dan keselamatan masyarakat.

Namun, di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, petugas Damkar Kabupaten Bangka justru menghadapi persoalan lain: keterbatasan armada.

Saat ini terdapat empat unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki. Persoalannya, tidak seluruh armada berada dalam kondisi prima.

Usia kendaraan yang sudah tua membuat mobil pemadam membutuhkan perawatan lebih. Beban air yang harus diangkut juga tidak ringan.

Ketika kendaraan bermasalah di tengah perjalanan atau saat operasi pemadaman, waktu menjadi taruhan.

“Ada empat unit mobil pemadam yang kita miliki. Tapi tidak semuanya dalam kondisi fit karena sudah tua dan harus mengangkat beban air yang begitu berat,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja dengan segala keterbatasan yang ada.

Persoalan semakin kompleks karena tugas Damkar tidak hanya memadamkan api. Petugas juga harus menangani berbagai laporan lain, mulai dari evakuasi ular, sarang tawon, banjir hingga berbagai kondisi darurat yang membutuhkan kehadiran mereka.

Di sisi lain, anggaran operasional yang terbatas membuat perawatan armada dan dukungan operasional petugas menjadi tantangan tersendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!