BangkaBeritaLaw&CrimeLingkunganLokalNasional

Bagaikan Sinetron, Puluhan PIP Kembali Mengganas di Batu Hitam Belinyu, Setali Tiga Uang dengan Sukadamai Toboali

118
×

Bagaikan Sinetron, Puluhan PIP Kembali Mengganas di Batu Hitam Belinyu, Setali Tiga Uang dengan Sukadamai Toboali

Sebarkan artikel ini
Aktivitas PIP di kawasan Batu Hitam dan Sungai Rumpak, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/3/2024). (tim jobber)

Penulis: Jobber
BANGKA, berita5.co.id  — Asap hitam dari mesin-mesin di ponton isap produksi (PIP) terlihat menghitami udara kawasan Perairan Batu Hitam dan Sungai Rumpak, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sudah seringkali perairan ini ditertibkan, namun seringkali juga puluhan PIP ini kembali menggasak kawasan Batu Hitam dan Sungai Rumpak.

Ketika perhatian masyarakat tertuju kepada ganasnya PIP merusak perairan Sukadamai Toboali Bangka Selatan, ternyata sepekan belakangan ini puluhan PIP juga menggasak kawasan Batu Hitam dan Sungai Rumpak Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

“Yang kami tahu sudah tiga hari ini puluhan, bahkan ratusan PIP kembali beraktivitas di Batu Hitam dan Sungai Rumpak,” ujar Sol, warga setempat kepada Tim Jobber, Rabu (13/3/2024).

Dari video yang dikirimkan ke Tim Jobber, terlihat puluhan ponton beroperasi di pinggir hutan bakau.

Tampak air sekitar PIP menghitam akibat lumpur dari aktivitas tambang puluhan ponton tersebut.

Sementara agak ke tengah, ternyata PIP yang beroperasi lebih banyak lagi.

Puluhan ponton ini bekerja berdekatan, seakan berlomba mengeruk butiran hitam dari perut perairan Batu Hitam dan Sungai Rumpak.

“Belum ada Bang penertiban lagi. Tetapi percuma lah Bang penertiban, macam main sinetron bailah. Aparat hanya datang, menghimbau. Biasanya berhenti 1 atau 2 hari, setelah itu jalan lagi. Jadi ya itu, macam orang main sinetron bai. Terkesan serius, tapi ya gitulah,” timpal Min, temannya Sol kepada Tim Jobber.

Aktivitas PIP illegal di Batu Hitam ini bagaikan momok yang tak bisa ditertibkan oleh aparat hukum dan instansi yang berwenang terkait lingkungan hidup, kelautan maupun perikanan.

Sumber daya Bangka Belitung, seperti hutan bakau, perikanan dan kelautan hancur tanpa ada yang serius perduli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!