Berita

Aktivitas Tambang Diduga Ilegal Kembali Berjalan, Sejumlah Nama Termasuk “Haji Sam” Ikut Disorot

151
×

Aktivitas Tambang Diduga Ilegal Kembali Berjalan, Sejumlah Nama Termasuk “Haji Sam” Ikut Disorot

Sebarkan artikel ini

Penulis: Radak04

BANGKATENGAH, Berita5.co.id  – Dugaan kembalinya aktivitas pertambangan di kawasan Sarang Ikan dan Dusun Nadi, Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, memicu perhatian serius publik.

Lokasi yang sebelumnya telah ditindak oleh Tim Satgas PKH, yang disebut sebagai bagian dari instruksi pusat pada masa pemerintahan Prabowo Subianto kini dikabarkan kembali menunjukkan aktivitas.

Sebelumnya, dua tersangka berinisial IGS dan HF telah diproses hukum oleh Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Keduanya kemudian dititipkan di Lapas Tua Tunu sebagai bagian dari proses penyidikan yang berjalan.

Aktivitas Nadi Sarang Ikan Kembali Terpantau Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan, aktivitas pertambangan diduga kembali terlihat di titik yang sama, yakni di belakang musholla pinggir jalan raya menuju Desa Lubuk Besar, tepatnya di sisi kiri jalan arah Dusun Nadi.

Sejumlah warga menyebutkan bahwa pergerakan alat berat dan aktivitas operasional kembali berlangsung, meskipun belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait status terbaru lokasi tersebut.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar apakah aktivitas tersebut legal dan telah mengantongi izin baru, ataukah merupakan kelanjutan dari praktik lama yang sebelumnya telah ditindak.?

Munculnya Sejumlah Nama Termasuk Haji Sam Dalam perkembangan terbaru, beberapa nama kembali mencuat.

Sosok berinisial SYM disebut-sebut diduga berperan dalam pengendalian aktivitas di lapangan.

Ia dikabarkan menjadi koordinator operasional yang memastikan kegiatan tetap berjalan.

Selain itu, seorang berinisial BQI juga disebut sebagai pihak yang membantu operasional di wilayah Dusun Nadi dan disebut sebagai perpanjangan tangan dari jaringan pengendali di atasnya.

Yang turut menjadi sorotan adalah dua figur yang dikenal dengan sebutan “Haji Sam”.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, keduanya diduga memiliki peran dalam mendukung keberlangsungan aktivitas tersebut, baik dari sisi koordinasi lokal maupun jaringan distribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!