Berita

Aditya Group Menyalakan Cahaya Kemanusiaan di Ujung Ramadan: Dari Zakat Mal, Lahir Harapan bagi 65 Warga Muntok

103
×

Aditya Group Menyalakan Cahaya Kemanusiaan di Ujung Ramadan: Dari Zakat Mal, Lahir Harapan bagi 65 Warga Muntok

Sebarkan artikel ini

Penulis: Hariyanti, Belva Al Akhab dan Satrio

MUNTOK, Berita5.co.id — Di antara detak waktu Ramadan yang kian meredup, Aditya Group memilih menyalakan cahaya yang tak kasatmata, tetapi terasa hingga ke relung kehidupan masyarakat.

Rabu (18/03/2026), perusahaan yang tumbuh dari denyut ekonomi lokal itu kembali meneguhkan jati dirinya bukan sekadar entitas bisnis, melainkan bagian dari denyut kemanusiaan melalui kegiatan santunan zakat mal yang dirangkai dengan buka puasa bersama.

Sebanyak 65 warga dari lingkungan RT 02 dan RT 03 menerima santunan dalam suasana yang tidak hanya hangat, tetapi juga sarat makna. Di halaman sederhana yang dikelilingi rimbun pepohonan, peristiwa itu menjelma lebih dari sekadar seremoni tahunan tetapi ia menjadi ruang perjumpaan antara kepedulian dan harapan.

Bagi Aditya Group, kegiatan ini bukan sekadar kewajiban sosial yang selesai dalam satu hari. Ia adalah narasi panjang tentang bagaimana sebuah usaha memilih untuk bertumbuh bersama masyarakat, bukan di atasnya.

“Walaupun tidak banyak, kami berharap santunan ini bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Aditya dalam sambutannya, dengan nada yang tenang namun mengandung kesungguhan.

Namun di balik kalimat yang sederhana itu, tersimpan filosofi yang lebih dalam tentang arah perjalanan sebuah usaha. Sebagai CEO, Aditya tidak hanya berbicara tentang memberi, tetapi tentang makna kehadiran.

“Bagi kami, usaha tidak hanya tentang tumbuh dan berkembang, tetapi juga tentang bagaimana keberadaan Aditya Group bisa memberi arti bagi lingkungan sekitar. Ramadan adalah pengingat bahwa rezeki yang kita miliki sejatinya adalah titipan. Di situlah kami ingin hadir menjadi jembatan kecil bagi harapan, menjadi bagian dari tangan-tangan yang terulur ketika masyarakat membutuhkan,” ungkapnya.

Pernyataan itu seperti menegaskan bahwa Aditya Group sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar lini usaha tetapi ia sedang membangun kepercayaan sosial.

“Kami ingin Aditya Group tidak hanya dikenal sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Tumbuh bersama, merasakan bersama dan berbagi bersama. Karena pada akhirnya, nilai terbesar dari sebuah usaha adalah sejauh mana ia bermanfaat bagi sesama,” lanjutnya.

Di tengah arus modernitas yang sering kali menjauhkan relasi manusia dari makna, kegiatan ini justru menghadirkan kembali kesederhanaan yang penuh arti. Warga duduk berjejer, sebagian menggenggam erat kantong santunan, sebagian lainnya menangkupkan tangan dalam doa. Tidak ada kemewahan, tetapi ada kehangatan yang tidak bisa dibeli.

Di sudut halaman, paket-paket makanan tertata rapi menanti waktu berbuka. Aroma masakan sederhana menguar, bercampur dengan semilir angin sore yang perlahan menurunkan cahaya matahari. Di momen itu, Ramadan terasa bukan hanya sebagai ritual ibadah, tetapi sebagai ruang untuk saling merasakan lapar yang sama, harapan yang sama dan doa yang sama.

Wajah-wajah yang hadir bercerita lebih banyak dari kata-kata. Ibu-ibu dengan kerudung sederhana, para lansia dengan tatapan teduh, hingga para pekerja harian yang datang dengan langkah pelan semuanya menyatu dalam satu rasa yaitu dihargai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!