Berita

Nama Dicatut, Fakta Dipelintir: Cacan Murka, Oknum Wartawan Ajay Ngaku Suruhan Bos Solar Belitung Pian

432
×

Nama Dicatut, Fakta Dipelintir: Cacan Murka, Oknum Wartawan Ajay Ngaku Suruhan Bos Solar Belitung Pian

Sebarkan artikel ini

Foto: Ilustrasi berita. (Ist)

 

Laporan: Radak02
BELITUNG, Berita5.co.id — Di tengah pusaran pemberitaan solar ilegal yang menyeret banyak nama di Pulau Belitung, satu persoalan baru mencuat ke permukaan, bukan soal minyak, melainkan soal pencatutan nama dan manipulasi narasumber.

Oktoris Chandra alias Cacan, sosok yang sebelumnya kerap disebut dalam laporan investigatif jaringan solar ilegal, kini justru berdiri di posisi berbeda.

Cacan marah, keberatan, dan merasa dijebak oleh narasi yang tidak pernah ia ucapkan.

Kegeraman itu diarahkan kepada Ainul Yakin alias Ajay, oknum wartawan dari salah satu media lokal di Belitung.

Dalam sebuah pemberitaan, Ajay secara terang-terangan mencantumkan nama Cacan sebagai narasumber terkait dugaan solar ilegal.

Masalahnya, menurut Cacan, tak pernah ada konfirmasi, atau izin dari dirinya untuk menggunakan namanya mewakili Sopiyan alias Pian, Bos Solar Belitung.

“Saya tidak pernah diminta oleh Ajay, baik secara lisan maupun tertulis, untuk menjadi narasumber atau memberikan informasi mewakili Pak Pian kepada media online mana pun,” tegas Cacan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (20/1/2026).

Nada Cacan bukan sekadar bantahan. Ia menyimpan amarah.

Baginya, pencatutan nama tanpa persetujuan bukan hanya kesalahan teknis, melainkan pelanggaran serius yang berpotensi merusak reputasi pribadi.

“Nama saya dipakai begitu saja. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal hak dan etika. Saya sangat keberatan,” ujarnya.

Kemarahan Cacan menjadi lebih relevan jika ditarik ke belakang.

Dalam rangkaian laporan investigatif sebelumnya, Tim Investigasi Radakbabel memang pernah memuat pengakuan seseorang bernama Cacan, yang menyebut dirinya bagian operasional perusahaan milik Sopiyan alias Pian, sosok yang oleh banyak sumber lapangan disebut sebagai bos besar distribusi solar ilegal di Belitung.

Dalam laporan itu, Cacan digambarkan secara detail.

Ia mengaku ditugaskan Pian untuk “maju” menghadapi pemberitaan, membicarakan solusi agar berita tak terbit, hingga menyebut hitung-hitungan biaya, transportasi, bahkan rekening.

Semua percakapan tersebut diklaim berbasis komunikasi langsung yang terdokumentasi.

Namun di sinilah garis batas menjadi krusial.

Versi investigatif yang berbasis rekaman dan verifikasi berbeda secara fundamental dengan pemberitaan Ajay, yang mencatut nama Cacan sebagai narasumber tanpa proses konfirmasi apa pun.

Bagi Cacan, ini bukan lagi soal isi berita, melainkan soal cara kerja yang menyimpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!